ASN Dominasi Pelanggaran Pemilu di Kabupaten Malang

  • 23-10-2018 / 14:38 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
ASN Dominasi Pelanggaran Pemilu di Kabupaten Malang BAWASLU: Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George Da Silva (merah) bersama dengan anggota Panwaslu Kecamatan Lawang. (Tika Hapsari/Jpc)

MALANG- Gelaran Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin dekat. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang pun meningkatkan pengawasan. Hasilnya ditemukan sekitar 10 pelanggaran.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George Da Silva menjelaskan, pelanggaran yang cukup mendominasi adalah keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam kampanye salah satu calon legislatif. Seperti ditemukan di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. Saat kegiatan kampanye tertutup caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ada ASN yang diduga dari Kota Batu ikut dalam kegiatan .

Kemudian ada lagi contoh keterlibatan ASN. Yakni, di Karangploso. Diduga ada aparatur negara yang terlibat kampanye. "Pelanggaran lain di Ampelgading. Bukan melibatkan ASN. Tapi ada pembagian bantuan dari salah satu kementerian. Namun di sana terdapat stiker salah satu caleg DPR RI dapil Malang Raya dari PAN," kata George ditemui di Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (23/10).

Pertengahan bulan lalu, Bawaslu Kabupaten Malang memberlakukan sidang di tempat. Ini karena ada salah satu alat peraga kampanye (APK) dari caleg yang dipasang di Gereja Isa Al Masih.

Padahal berdasarkan aturan, tempat ibadah adalah wilayah terlarang untuk melakukan segala macam bentuk kampanye. Termasuk pemasangan APK. "Kami minta tembusan camat dan PPK, ternyata nggak bisa menurunkan. Akhirnya kami bentuk majelis dan sidang di tempat," tegas George.

Bawaslu juga akan kembali melakukan sidang. Kali ini bukan di tempat. Melainkan sidang dengan melibatkan semua unsur. Rencananya, sidang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Kepanjen, Rabu (24/10). Agendanya mempersidangkan pelanggar kampanye yang melibatkan ASN. "Itu nanti terus selama tiga hari ada sidang. Kemudian pengumumannya Senin," tandas George (tik/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA