Gubernur Sulsel Berharap Pemerintah Pusat Bantu Kawasan Transmigrasi

  • 30-10-2018 / 14:41 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Gubernur Sulsel Berharap Pemerintah Pusat Bantu Kawasan Transmigrasi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Muhammad Nurdin di ruang kerja gubernur, Senin (29/10) siang. (Istimewa)

SULAWESI SELATAN- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah berharap agar kawasan transmigrasi mendapat bantuan dan dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat. Harapan itu diungkapkan saat dirinya bertemu dengan Direktur Jendral (Dirjen) Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Muhammad Nurdin, Senin siang (29/10).

Ada sejumlah daerah yang menjadi kawasan transmigrasi. Daerah itu meliputi Kabupaten Takalar, Soppeng dan sebagian besar di Kabupaten Luwu. Nurdin mengatakan, bantuan yang paling dibutuhkan adalah pembangunan jalan, jembatan hingga bendungan.

"Kawasan transmigrasi dapat dukungan infrastruktur dan untuk peningkatan ekonomi. Termasuk menghadirkan inovasi teknologi di daerah tersebut," kata Nurdin.

Pihaknya  telah mengusulkan ke Menteri PUPR untuk pembangunan di Sulsel. Selain jalan dan jembatan, yang diperlukan di daerah transmigran adalah bendungan agar potensi daerah transmigrasi dapat dimanfaatkan dengan baik. Misalnya untuk lahan pertanian.

"Untuk daerah transmigrasi, harus ada inovasi teknologinya. Di bidang pertanian, salah satunya dengan komoditas pangan yang menjanjikan seperti talas Jepang (saitamo) atau bengkoang. Yang dapat menarik minat mereka bertransmigrasi dan kesejahteraan mereka turut meningkat," katanya.

Tak hanya berharap sepenuhnya di pusat, Nurdin juga menekankan agar pemerintah daerah setempat memberikan perhatian khusus untuk percepatan pembangunan kawasan transmigrasi.

"Daerah transmigrasi itu harus disinergikan kalau tidak lari-lari mereka. Yang sudah puluhan tahun sudah ngeluh soal bibit dan pupuk karena pemdanya tidak care. Makanya, kita dari provinsi mau tawarin soal jalan," terangnya.           

Sementara, Muhammad Nurdin, mengatakan, sejumlah daerah transmigrasi di Sulsel seperti Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, kota Palopo dan sebagian Wajo, sukses dengan kelapa sawit. Saat ini pengembangan yang ada dilakukan dengan pola yang berbeda. Yakni, dengan pola kemitraan termasuk dengan pihak swasta.

"Sisa-sisa lahan transmigrasi bisa kita kerjasamakan dengan perusahaan-perusahaan, investor. Karena tanpa ada investasi, lambat berkembang. Kalau ada investasi infrastruktur cepat dan mereka membawa dana," tambahnya.

Muhammad Nurdin juga mendorong percepatan penyelesaian sertifikat konflik lahan transmigrasi. Di Sulsel ada sekitar 13 ribu bidang lahan yang belum bersertifikat. Ia pun mengintenskan rapat dengan dinas-dinas terkait.

"Untuk percepatan mudah-mudahan tahun depan sudah selesai, juga untuk lahan-lahan transmigrasi tersebut, tahun depan selesai," pungkasnya. (rul/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA