Mahasiswa Agribisnis FP UB Praktikum Dasar Komunikasi di Malang Post

  • 31-10-2018 / 03:18 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Mahasiswa Agribisnis FP UB Praktikum Dasar Komunikasi di Malang Post Mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya foto bersama Sekretaris Redaksi Malang Post, Buari, dalam acara kunjungan media. (IMAM/MALANG POST)

MALANG - Sebanyak 90 mahasiswa Jurusan Sosial Ekonomi dari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian  Universitas Brawijaya, berkunjung ke Kantor Redaksi Malang Post, Selasa (30/10) kemarin. Kedatangan mereka dalam rangka untuk mengetahui lebih dekat dunia media, khususnya media cetak.

Pengetahuan tentang media cetak ini sebagai bagian dari praktikum mata kuliah Dasar Komunikasi. Mereka berharap, dengan berkunjung ke kantor redaksi Korane Arek Malang ini, bisa mendapat gambaran tentang media cetak dan tambahan ilmu jurnalistik.

Salah satu mahasiswa, Shanen mengungkapkan, kunjungan ke redaksi Malang Post bertujuan untuk mengetahui lebih dekat tentang media yang setiap hari menyuguhkan berita pada masyarakat. Dia dan teman-temannya tertarik untuk mengetahui proses pembuatan berita.  “Ya, dengan kunjungan ini kami berharap bisa mendapat informasi tentang media cetak dan mendapat tambahan ilmu tentang jurnalistik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Asisten Praktikum Jurusan Sosial Ekonomi,  M. Rif’at Fathurrahman, kunjungan mahasiswa sebagai tugas mata kuliah Dasar Komunikasi ini punya bobot 3 SKS. Dalam mata kuliah tersebut mahasiswa belajar sosialisasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.

“Jadi sebenarnya kami ingin belajar komunikasi dan sedikit ilmu jurnalistiknya. Karena ini materi dasar komunikasi di Fakultas Pertanian, jadi lebih bagaimana cara menyampaikan informasi pada petani dan sebagainya,” terang Rif’at.  Diakuinya, dalam mata kuliah tersebut juga diajarkan macam-macam media. Diantaranya media audio, visual dan audio visual. ”Untuk yang visual kami belajar ke Malang Post,” imbuhnya.

Sementara itu, di sesi penyampaian materi, Sekretaris Redaksi Malang Post, Buari, menjelaskan kepada mahasiswa proses pembuatan koran, mulai mengumpulkan bahan baku berupa berita hingga proses cetak koran. Sebelumnya ia juga menjelaskan sekilas tentang Profil malang Post.

Buari menjelaskan, dalam membuat berita, seorang wartawan harus mempertimbangkan beberapa hal, antara lain keaktualan berita, keunikan dan unsur ketokohan.  "Berita akan menarik untuk dibaca kalau berita tersebut aktual dan informatif," ucapnya.

Selain itu, menurut Buari, membuat berita juga bisa dari unsur keunikannya. Sehingga pilihan berita yang dibuat, tidak menjadi berita yang terkesan datar dan biasa saja. “Jika kalian bisa membuat dengan kriteria itu semua tentu akan layak untuk dipublikasikan,” ujarnya.

Ia juga menghimbau agar mahasiswa sebagai generasi milenial harus melek media. Salah satunya, dengan suka membaca Koran. Sebab berita di media koran lebih valid dan memiliki akurasi yang tinggi. Terutama terkait isu-isu yang berkembang saat ini. Seperti

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA