Hadapi Fuzhou dan Hongkong Terbuka, Ini yang Dipersiapkan Kento Momota

  • 31-10-2018 / 14:26 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Hadapi Fuzhou dan Hongkong Terbuka, Ini yang Dipersiapkan Kento Momota Kento Momota, Jepang, bulu tangkis, Fuzhou Terbuka 2018, Hongkong Terbuka 2018 Kento Momota (Dery Ridwansah/jpc)

JEPANG- Pebulu tangkis putra Jepang Kento Momota mengaku akan membenahi beberapa hal jelang mengikuti turnamen Fuzhou Terbuka 2018 dan Hongkong Terbuka 2018 di bulan November. Tak hanya soal fisik dan stamina, Momota juga bertekad meningkatkan fokusnya di lapangan.

Momota mengakui bahwa bukan perkara mudah menjaga kestabilan fisik maupun fokus kala mengikuti dua turnamen besar dalam dua pekan beruntun. Hal ini terjadi padanya saat melakoni Denmark Terbuka 2018 dan Prancis Terbuka 2018.

Untuk diketahui, Momota berhasil meraih gelar juara di Denmark Terbuka 2018. Namun, ia gagal naik ke podium tertinggi di Prancis Terbuka 2018 setelah terhenti di babak semifinal.

"Di Prancis kemarin saya betul-betul kelelahan. Rasa capeknya terakumulasi dengan pertandingan di Denmark. Saya merasa kaki dan tangan saya tidak bisa bergerak sebagaimana mestinya," ujar Momota seperti dilansir badspi.jp.

Menghadapi Fuzhou Terbuka 2018 dan Hongkong Terbuka 2018 yang juga akan berlangsung dua pekan beruntun pada tanggal 6-11 November dan 13-18 November, Momota berharap hasil latihannya di jeda waktu sepekan ini bisa membuatnya tampil lebih baik.

Lebih dari itu, pebulu tangkis ranking 1 dunia itu juga bakal memperbaiki fokusnya di lapangan yang kerap membuatnya kehilangan banyak poin.

Untuk diketahui, Momota memang seringkali membuang poin percuma dalam perolehan angka di sebuah pertandingan. Kebiasaan buruknya ini sering kumat setiap ia sedang memimpin cukup jauh.  Akibatnya, tidak jarang hal ini membuat situasi berbalik.

Partai melawan Anthony Sinisuka Ginting di babak final Tiongkok Terbuka 2018 dan babak pertama Denmark Terbuka 2018 adalah contohnya. Di Tiongkok, Momota kalah dua gim langsung dari Ginting. Padahal, ia sudah memimpin lebih dulu di dua gim tersebut.

Momota memang berhasil memperbaiki performanya di Denmark. Meskipun sukses revans, lagi-lagi ia sempat tidak bisa menjaga konsistensi mental bertandingnya setelah dipaksa bermain rubber game oleh Ginting dalam kondisi sudah lebih dulu meraih match point di gim kedua.

Hal yang hampir serupa kembali terjadi di partai final Denmark Terbuka 2018 saat melawan wakil Taiwan Chou Tien Chen. Momota yang harusnya bisa menang dalam dua gim kembali dipaksa bermain rubber game.

"Di Denmark kemarin saat bertanding di final melawan Chou Tien Chen (Tawain), saya sempat tidak bisa mengembangkan permainan saya dan akhirnya terus tertekan. Ini yang harus saya lawan di turnamen-turnamen berikutnya supaya bisa dapat hasil

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA