Istri Kapolresta Diduga Aniaya Anggota Bhayangkari Gara-gara Berlian

  • 03-11-2018 / 09:31 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Istri Kapolresta Diduga Aniaya Anggota Bhayangkari Gara-gara Berlian KORBAN PENGANIAYAAN. Nia Kurnia menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak usai dianiaya, Jumat (2/11). (Abdul Halikurrahman/Rakyat Kalbar/Jpc)

PONTIANAK- Nia Kurnia terbaring lemas di ruang rawat inap Rumah Sakit Antonius Pontianak, Jumat (2/11). Hidung perempuan 43 tahun itu terpasang slang oksigen. Istri salah seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek KP3L itu dirawat di rumah sakit tersebut sejak Selasa (31/10) malam, sebelum siangnya diduga dianiaya istri Kapolresta Pontianak berinisial Mhn.

Ditemui Jumat siang, Nia masih terlihat sangat lemah. Nada bicaranya pun pelan. Sorot matanya sayup. Mengisyaratkan rasa trauma.

Dengan kondisi itu, wanita parubaya kelahiran Ketapang tersebut hanya bisa bercerita ikhwal kronologis peristiwa penganiayaan yang menimpa dirinya dengan nada kecil dan terbata-bata.

"Kejadiannya Selasa, (31/10) siang, di rumahnya (Mhn) Jalan Sumatera," ungkapnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jpc), Sabtu (3/11).

Saat itu, semula ia berencana bertemu dengan Mhn. Tujuannya untuk melunasi sisa pembelian batu berlian. Batu berlian yang ia beli dengan Mhn seharga Rp18 juta.

"Pertama saya sudah bayar Rp 10 juta. Dan terakhir itu saya bayar di kediamannya (Jalan Sumatra) Rp 8 juta,” jelasnya. Tapi uang tersebut dikembalikan Mhn. Nia pun menolaknya, sebab sudah bayar.

“Katanya masih kurang Rp 10 juta. Padahal sudah lunas. Memang pembayaran pertama tidak ada kwitansi," katanya lirih.

Karena Nia terus menolak, Mhn emosi. Tak cuma berlaku kasar, Nia mengalami tindak penganiayaan. Dia mengaku ditampar dan dicekik.

“Itu spontan saja," ujarnya.

Nia sama sekali tidak melakukan perlawanan. Ia merasa Mhn adalah atasannya di organisasi Bhayangkari.

"Saya sadar. Saya tidak boleh melawan. Saya harus menghormati. Itu saja," ujarnya.

Kendati Nia berusaha tetap sabar menerima perlakuan tersebut, namun kemarahan Mhn tak juga sulut. Nia didorong. Setelah mau keluar, ia dihalangi di pintu.

“Dia bilang, kamu (Nia) tidak boleh keluar dan memaksa terima uang itu. Saya tetap tak mau terima," ceritanya.

"Tetapi saya tetap tidak melawan. Sebab dia atasan saya. Itu saja," timpal Nia.

Saat kejadian, Nia mengungkapkan ada seseorang yang menyaksikannya. Sebab saat ke rumah Mhn, ia tidak sendiri. Orang tersebutlah yang membujuk Nia agar mau menerima uang supaya bisa pulang.

"Terus saat itu, driver dan petugas jaga juga ada," jelasnya.

Setelah mengalami penganiayaan tersebut, malamnya Nia merasakan sakit. Kepalanya pusing dan alami muntah.

"Terus sesak. Setelah itu saya masuk rumah sakit," pungkasnya.

Nia mengatakan, sudah melaporkan perbuatan penganiayaan yang dialaminya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalbar agar diproses secara hukum.

Kakak kandung

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA