Awasi Caleg di Pilkades Serentak

  • 03-11-2018 / 23:39 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:hargodd
 Awasi Caleg di Pilkades Serentak Alat peraga kampanye (APK) Pilkades serentak bermunculan jelang masa kampanye, Selasa (6/11) mendatang. (dicky/malang post, grafis: har, dee, olis/mp

MALANG-Warga 42 desa di Kabupaten Malang pesta demokrasi duluan sebelum mengikuti pemilu untuk memilih presiden dan anggota legislatif tahun depan. Minggu (11/11) mendatang mereka mencoblos kepala desa (kades) serentak setelah mengikuti kampanye 6-8 November. 
Karena bersamaan kam­panye pilpres serta pileg, Bawaslu mengingatkan parpol dan caleg tak numpang di tahapan pemi­lihan kepala desa (Pilkades). Koordinator Divisi Penin­da­kan Pelanggaran Ba­waslu Kabupaten Malang, Geor­ge Da Silva, me­nga­takan pelaksanaan Pilkades se­ren­tak memang ranah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). 

Namun pihaknya tetap me­nga­wasi aktivitas parpol dan caleg agar tak menyusup ke agenda Pilkades serentak. Ia me­ngingatkan, para caleg atau­pun parpol untuk tidak memanfaatkan Pilkades sebagai ajang kampanye. Sebab jelas dilarang dan dapat dikenakan sanksi, baik administrasi atau­pun pidana. 
“Kalau sekadar datang saja, tidak kampanye tidak masalah. Tetapi ketika membawa nama caleg dan parpol, termasuk menjanjikan atau memberikan sesuatu barang pasti akan men­dapat sanksi,” tegas George Da Silva.
Sementara itu, persiapan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Malang  sudah mencapai 80 persen. Selasa (6/11) pekan depan mulai tahapan kampanye. 
Kepala DPMD Kabupaten Malang, Suwadji, mengatakan tahapan masa kampanye untuk calon  kades berlangsung selama tiga hari. Yakni mulai 6 sampai 8 November 2018.
“Setelah itu mulai masuk masa tenang mulai tanggal 9 November, sampai hari H pemungutan suara pada tanggal 11 November,” ungkap Suwadji. 
Mantan Camat Kepanjen ini mengungkapkan, segala persiapan untuk Pilkades sudah tidak ada masalah. Selain akan memasuki tahapan kampanye, panitia Pilkades di masing-masing desa sedang membuat dan mempersiapkan surat suara. Jumlahnya sesuai daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2,5 persennya. 
Untuk logistik lain, Suwadji mengatakan juga tidak ada masalah. Mulai dari persiapan personel, ataupun kebutuhan sarana lain untuk pemungutan suara, seperti bilik dan kotak suara. 
“Untuk bilik dan kotak suara atau kelengkapan lainnya aman. Karena panitia ada yang meminjam bilik dan kotak suara kepada KPU, atau juga ada yang pengadaan sendiri,” jelas mantan Camat Pakisaji ini. 
Jumlah desa yang melaksanakan Pilkades serentak tahap dua ini ada 42 desa. Dari 42 desa tersebut, sesuai data DPMD terdapat 143 calon kades. Sebanyak 134 calon adalah laki-laki, sisanya 9 calon perempuan. Dan 21 calon di antaranya merupakan petahana. 
Sementara terkait pengamanan Pilkades serentak, sebelumnya Polres Malang telah membentuk Tim

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA