Menristekdikti Minta Universitas Move On dari Program Studi yang Lama

  • 06-11-2018 / 14:52 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Menristekdikti Minta Universitas Move On dari Program Studi yang Lama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir saat ditemui di kantornya, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11). (Yesika/JPC)

JAKARTA- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir mengaku tidak akan menghapus fakultas dan program studi (prodi) yang telah usang atau tidak sesuai perkembangan zaman. Namun, dia menyarankan agar universitas membuka prodi baru dengan melihat kebutuhan pasar.

“Kalau penghapusan enggak, itu semua kan pasar ya. Perguruan tinggi saya persilakan untuk membuka prodi baru, jangan bertahan pada prodi lama. Harus bergeser, move on,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Selasa (6/11).

Menurutnya, prodi yang dibutuhkan saat ini, yaitu terkait dengan teknologi, digital, hingga Artificial Intelligence (AI). “Contoh yang sekarang sudah minta kepada saya adalah prodi smart technology, teknologi cerdas, itu sudah ada. Terus yang juga digital economy sudah ada. Ini ada yang saya resmikan juga artificial intelligence,” papar Nasir.

Dia memastikan, pembukaan prodi baru oleh setiap universitas sudah lebih mudah tanpa nomenklatur. Hal tersebut bertujuan agar perguruan tinggi bisa berkembang sesuai dengan dunianya.

“Jangan berkembang tidak sesuai dengan dunianya, barang yang sudah usang dikembangkan terus, ini nantinya kedaluwarsa, kasihan lulusannya. Harus permintaan pasar,” tegas dia.

Nasir pun berharap, perguruan tinggi bisa berkembang pesat ke arah yang lebih baik, serta menciptakan lulusan-lulusan yang profesional dalam bidangnya. Selain itu, mereka juga harus menjadi tenaga kerja yang mampu terserap oleh industri.

“Sekarang banyak perguruan tinggi tumbuhnya luar biasa ini. Contoh, nanti ke depan masalah yang menggunakan online learning, ini juga kami kembangkan. Supaya kita tidak terikat dalam kondisi ini,” pungkasnya.

Penjelasan Nasir di atas sekaligus menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta perguruan tinggi mengikuti perkembangan zaman serta menghapus fakultas atau prodi yang dianggap telah usang.

Jokowi menyampaikan hal itu saat menggelar audiensi pejabat eselon I, eselon II, pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di lingkungan Kemenristekdikti di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (10/10) lalu. (yes/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA