Calon Wagub Tak Sesuai, Anies Bisa Lakukan Lobi-lobi Politik

  • 07-11-2018 / 09:14 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Calon Wagub Tak Sesuai, Anies Bisa Lakukan Lobi-lobi Politik Ilustrasi: Kemendagri sebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa lakukan lobi politik jika calon wagub tak sesuai (Kokoh Praba/jpc)

JAKARTA - Kedua partai pengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub 2017, telah mendapatkan kesepakatan. Keduanya yakni PKS dan Gerindra mengajukan dua nama yang dipilih oleh PKS untuk maju menjadi calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Namun sebelum itu, nama-nama calon dari PKS perlu melakukan fit and proper test terleih dahulu. Sebelum dua nama itu diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Melihat hal tersebut, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono mengaku tidak keberatan. Sebab, pihak internal memiliki cara sendiri untuk menemukan calon terbaik.

"Ya, boleh saja, itu soal internal partai pengusung bagaimana memilih calon terbaik untuk Wagub," terangnya dalam pesan singkat kepada jpc, Selasa (6/11).

Terkait hal ini dapat memperpanjang proses pencarian wagub, Soni menyatakan tidak ada masalah. Anies bahkan dapat melakukan lobi-lobi politik apabila calon yang diajukan tidak sesuai dengan harapannya.

"Tak masalah (jadi lama), demi demokrasi. Iya 2 calon dari partai diteruskan gubernur lalu ke dewan untuk dipilih. (Kalau tidak suka) lobi saja (ke partai pengusung)," terangnya.

Ketentuan dalam penetapan nama calon wakil gubernur tertuang pada Pasal 26 ayat 6 dalam UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah yang isinya,

"Dalam hal ini terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang berasal dari partai politik atau gabungan partai partai politik karena meninggal dunia, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya selama enam bulan secara terus-menerus dalam masa jabatannya dan masa jabatannya masih tersisa 18 bulan atau lebih, kepala daerah mengajukan dua orang calon wakil kepala berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD."

Seperti yang diketahui, hasil pertemuan antara PKS dan Gerindra terkait pembahasan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nampaknya tidak terlalu berpihak pada Gerindra. Pasalnya, pihak PKS dengan percaya diri menyatakan bahwa akan maju mewakili partai pengusung Anies-Sandi.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik melihat hal tersebut sah-sah saja, namun semuanya akan ditentukan hasilnya oleh fit and proper test. Kalaupun gagal meraih kursi DKI 2, Taufik ikhlas melepas keinginannya menggantikan Sandiaga Uno.(rgm/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA