4 Jam Evakuasi, Ditenangkan Anak yang Masih SMP

  • 07-11-2018 / 23:11 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
4 Jam Evakuasi, Ditenangkan Anak yang Masih SMP Dengan cucuran air mata, Wildan (foto bawah) berusaha merayu ayahnya Yosef Saikun agar turun dari tower di ketinggian 72 meter, kemarin. (ist, AGUNG PRIYO/ MALANG POST)

MALANG - ‘Pak mudun-o, pean gak sayang karo aku ta. Ayo ngggoleki mama ambek Tata, karo aku’. Kalimat itu diteriakkan Wildan, melalui Handy Talky, untuk membujuk ayahnya, Yosef Saikun, turun dari tower setinggi sekitar 72 meter, Rabu kemarin. 
Warga Sonosari, Desa Kebonagung, Pakisaji tersebut memanjat tower diduga karena depresi setelah ditinggal kabur istrinya, Titin. 
“Mudun-o yo pak. Ngkok aku tak goleki mama karo Tata dewe,” ucap Wildan, sembari menangis. 
Wildan tidak tahu kalau ayahnya nekat memanjat tower tak jauh dari rumahnya. Pelajar SMP ini, pulang sekolah langsung menuju ke lokasi. Dia adalah anak dari istri pertama Osep, sapaan akrab Yosef Saikun. Selain teriak memakai HT, Wildan juga meminta ayahnya turun dibantu megaphone.
Peristiwa yang membuat warga khawatir ini, terjadi sekitar pukul 08.00. Ada salah satu warga yang melihat Osep, memanjat tower lalu melaporkan kepada Kepala Desa Kebonagung, Teguh Santoso. 
“Ada yang yang melapor, kalau ada orang naik tower. Tidak diketahui pegawai tower atau bukan,” kata Teguh di lokasi kejadian. 
Mendapat laporan tersebut, Teguh lantas memerintahkan stafnya untuk mengecek. Ternyata benar, sehingga langsung dilaporkan ke petugas Polsek Pakisaji, serta menghubungi PMI Kabupaten Malang dan beberapa anggota SAR di Malang Raya, untuk membantu proses evakuasi. 
Untuk proses evakuasi, butuh waktu lebih dari empat jam. Pukul 09.15, petugas dari Koramil Pakisaji dan SAR mulai naik tower, untuk menjemput Osep yang ada di puncak. Pukul 10.58, dua petugas berhasil menjangkau puncak. 
Namun, ketika dibujuk Osep tidak mau turun. Dia meminta dihadirkan Titin, istrinya serta Tata, anak bungsunya yang diketahui kabur dari rumah, karena ada permasalahan keluarga. 
Untuk menuruti permintaan Osep, petugas berusaha mencari Titin dan anaknya, namun tidak ketemu. Termasuk orangtua Osep juga tidak ada di rumah. Petugas kembali membujuk, namun Osep tetap tidak mau. 
Bahkan petugas sempat mendatangkan Ani, karyawan PR. Penamas yang diketahui teman dekat Osep. Tetapi tetap saja tidak mau. “Ini aku Ani, temanmu. Kamu turun ya, nanti aku bantu menyelesai masalahmu,” ucap Titin, melalui radio Handy Talky yang disambungkan pada petugas evakuasi di puncak tower. 
Namun upaya ini, juga tidak membuahkan hasil. Osep tetap tidak mau turun. Baru sekitar pukul 12.45, ketika Wildan salah satu anaknya didatangkan, Osep mulai

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA