Pernah Temukan Springbed di Selokan, Catat 72 Titik Langganan Buntu

  • 07-11-2018 / 23:15 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Pernah Temukan Springbed di Selokan, Catat 72 Titik Langganan Buntu 12 Pasukan Gorong-Gorong Kota Malang. Atas (ki-ka) Uuk, Adi, Edy Sukoco, Juari, Didik, Dony, Hary Bengbeng Widodo, Soedarsono. Bawah (ki-ka) Gatot, Bagio, Karno, Gaguk, Basuki, Hariadi. (fino/malang post)

Musim hujan sudah tiba. Satgas PUPR Kota Malang yang berisi 12 orang, bakal semakin sibuk. Selokan mampet akibat sampah yang dibuang ke anak sungai dan drainase, akan menjadi keseharian pasukan gorong-gorong ini. Menyelam di antara air selokan rela dilakukan, demi Kota Malang yang bersih.

Tak ada asap bila tak ada api. Tak ada banjir bila tak ada oknum buang sampah sembarangan ke selokan. Prinsip ini diamini oleh 12 orang Satgas PUPR Kota Malang yang kesehariannya berurusan dengan gorong-gorong dan drainase. Sampah-sampah berbagai macam, mulai dari barang perabotan, hingga benda-benda menjijikkan, adalah sarapan harian mereka.

Dengan kondisi musim hujan yang sudah tiba, mereka menghadapi lagi liku-liku drainase mampet yang penyumbatnya sama, yakni sampah. Keseharian 12 orang ini memang luar biasa. Ketika tidak ada orang mau, mereka dengan hati besar dan lapang, melakoni pekerjaan yang tidak semua orang mau menjalani.

 “Mereka adalah satgas PUPR, yang bisa bekerja sesuai instruksi dari semua bidang di dinas ini. Kebetulan, mereka banyak bekerja di bidang SDA Drainase. Setiap hari, satgas ini berkeliling Kota Malang, untuk membersihkan sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke selokan,” urai Kasi Drainase DPUPR Kota Malang, Soedarsono kepada Malang Post ditemui di kantor Jalan Bingkil, Rabu pagi kemarin.

Tim ini bergerak selama kurang lebih 6 tahun. Setelah sempat berjumlah puluhan orang, kini pasukan khusus tersebut menjadi 12 orang. Setiap pagi usai apel, 12 orang yakni Hari “Bengbeng” Widodo, Agus, Edi Sukoco, Basuki, Adi, Doni, Gatot, Karno, Bagyo, Hariadi, Juari dan Didik, menaiki mobil dan mendatangi titik lokasi yang dilaporkan terjadi sumbatan.

Mereka membawa senjata seperti linggis, cangkul, ganco, garuk, tongkat panjang dan tombak panjang berkail. Para anggota pasukan gorong-gorong, memakai helm senter, lalu berjalan merunduk di lorong selokan yang gelap, untuk menarik dan menaikkan sampah yang menyumbat gorong-gorong, ke atas permukaan.

Selama dua tahun terakhir, pasukan gorong-gorong PUPR sudah mengunjungi dan membersihkan lebih dari 700 titik. “Dari 700 lebih titik itu, terdaftar 72 titik yang berulang mengalami kebuntuan, yakni kawasan Jalan Borobudur, Jalan Ciliwung, Jalan Simpang Gajayana, Jalan Terusan Dieng serta Jalan Bukit Barisan (kawasan Galunggung),” tandas Darsono.

Dalam musim hujan seperti sekarang ini, pasukan gorong-gorong bakal kerja lembur dalam membersihkan sampah di selokan. Siap tidak siap, ketika mendapat perintah

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA