RSUD Kanjuruhan Diminta Terapkan 3S

  • 08-11-2018 / 14:15 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
RSUD Kanjuruhan Diminta Terapkan 3S SIDAK: Plt Bupati Malang Sanusi meninjau beberapa pelayanan di RSUD Kanjuruhan Malang. (Tika Hapsari/JPC)

MALANG- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang Muhammad Sanusi melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (8/11). Ada sejumlah hal yang disorotinya.

Setibanya di RSDU Kanjuruhan, Sanusi menggelar rapat koordinasi singkat dengan jajaran direksi. Selanjutnya, dia meninjau sejumlah tempat. Antara lain lobi pelayanan, ruang poli syaraf, farmasi, Instalasi Gawat Darurat (IGD) serta halaman parkir. Sanusi tidak menemukan dokter di poli syaraf.

Dia kemudian meminta agar rumah sakit dapat meningkatkan kecepatan tindakan kepada pasien. Jadi setiap pasien yang datang ke rumah sakit tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan penanganan.

Kedua, semua pelayanan di rumah sakit harus ramah. 3S (senyum, salam, sapa) harus diterapkan. "Dulu waktu saya di dewan itu sudah diterapkan. Yaitu senyum, salam, sapa. Sudah ditetapkan di semua aktivitas pelayanan mulai satpam sampai dokternya. Itu sudah membantu psikologi pasien. Dengan di sapa ramah, pasien itu jadi enak," beber Sanusi.

Mengenai kecepatan pelayanan pada pasien, RSUD Kanjuruhan masih sesuai standar pelayanan minimal (SPM). Namun, Sanusi tetap mengingatkan agar ada perbaikan dalam pelayanan. "Cuma nanti kami sudah sarankan untuk peningkatan-peningkatan dari polinya itu. Dokternya bisa lebih pagi lagi untuk standby di ruang praktik masing-masing," sambungnya.

Sementera untuk pelayanan pasien BPJS, Sanusi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan. Semua pasien yang datang ke RSUD Kanjuruhan harus dilayani secara sama.

Namun, di BPJS ada kebijakan baru. Yakni harus melalui rujukan dari rumah sakit tipe C. "Jadi di sini sedikit menurun hampir 50 persen," ungkap Sanusi.

Mayoritas pasien yang datang ke RSUD Kanjuruhan merupakan rujukan. Tidak jarang ada pasien yang menderita penyakit parah baru dirujuk ke RSUD Kanjuruhan. "Yang ke sini ini karena limpahan dari rumah sakit di bawahnya. Di rumah sakit sebelumnya sudah tidak mengatasi, jadi bisa dikatakan pasien parah," tandas Sanusi.

Dirut RSUD Kanjuruhan dr Mahendrajaya menambahkan, dokter yang tidak ada di tempat saat sidak di poli syaraf itu bukan karena mangkir atau tidak standby. Melainkan karena tengah melakukan visitasi alias kunjungan periksa ke pasien-pasien di ruangan rawat inap. "Tapi sebelum visitasi sudah disiapkan dulu semua kebutuhan pasien dan dilakukan tindakan medis. Misalnya tensi darah," sambungnya.(tik/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA