Residivis Penipuan Tertangkap Pesta Sabu

  • 08-11-2018 / 22:39 WIB - Editor: marga
  • Uploader:irawan
Residivis Penipuan Tertangkap Pesta Sabu TERTANGKAP: Hendra Eka Kurniawan dan Muchlas Cahyono ditangkap anggota Polsek Poncokusumo karena pesta sabu.

MALANG - Jangan bergerak! Te­riakan Kanitreskrim Polsek Ponco­ku­sumo, Aiptu Andik Risdianto itu spontan membuyarkan pesta sabu di sebuah rumah Desa Wringinanom, Poncokusumo, Rabu (7/11) malam. 

Polisi menggrebek rumah tersebut karena warga melapor bila rumah itu kerap menjadi tempat pesta sabu. Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan dua orang dan sejumlah barang bukti sabu beserta alat isapnya.

Kedua orang yang diamankan, Hendra Eka Kurniawan, 30, warga Lingkungan Centong, Desa Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dan Muchlas Cahyono, 30, warga Jalan Ciliwung I, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar. 

“Barang bukti yang kami amankan dalam penggrekan tersebut, yakni dua poket SS dalam bungkus plastik serta seperangkat alat isap,” terang An­dik Risdianto. Ia menjelaskan, saat ini kedua tersangka masih dalam pe­me­riksaan intensif petugas.

Menurutnya, penggerebekan arena pesta sabu tersebut, setelah petugas mendapat informasi bahwa di dalam rumah tersebut sering keluar masuk pemuda. Warga curiga di dalam rumah, dijadikan tempat pesta narkoba. Warga lantas melaporkannya ke polisi. 

Berdasarkan laporan tersebut, polisi lantas menyelidiki. ‘Ternyata benar, di dalam rumah itu ada pesta nar­koba. Tanpa menunggu waktu lama, kami langsung menggerebek dan berhasil mengamankan ke­dua­nya.,” paparnya.

“Rumah itu diketahui milik temannya. Namun ketika kami gerebek, beberapa temannya sudah pergi dengan alasan menjual mobil,” tambah Andik Ristanto. Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengaku kalau mereka hanya diundang oleh temannya. 

Mereka mengatakan baru sekali saja mengkonsumsi sabu. Barang haram tersebut juga diakui milik temannya.  “Mereka berdua ini merupakan residivis kasus penipuan di wilayah Blitar. Keduanya juga diketahui baru saja bebas dari penjara,” tuturnya. 

Akibat perbuatannya tersebut, keduanya dijerat dengan pasal 112 sub pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara. (agp/mar)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA