Awasi Rentenir Berkedok Koperasi

  • 08-11-2018 / 23:36 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:irawan
Awasi Rentenir Berkedok Koperasi

MALANG-Awas!! Praktik rentenir berkedok koperasi marak terjadi. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang melakukan penelusuran terhadap praktik-praktik pinjam dana berbunga tinggi dengan menggunakan nama koperasi. 

Salah satu yang sedang ditelusuri yakni di kawasan Sukun. Dengan menggunakan nama koperasi serba usaha, pengelolanya menyebar agen untuk menawarkan pinjaman uang.  

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang Dra. Tri Widyani P. M.Si menjelaskan pihaknya sudah menerjunkan petugas ke koperasi yang diduga melakukan praktik tak sesuai prinsip koperasi itu. 

Namun saat didatangi, rumah yang diperkirakan menjadi pusat operasional koperasi itu selalu tutup. Pengelolanya tak bisa ditemui. Berdasarkan informasi, usahanya berskala provinsi dan memiliki cabang di daerah.  

“Koperasi tersebut belum pernah memberikan tembusan izin pembukaan kantor cabang di Kota Malang. Sehingga kami tidak memiliki data administrasi koperasi yang bersangkutan,” tegas Yani, sapaan akrab Tri Widyani. 

Berdasarkan penelusuran Malang Post, salah seorang nasabah koperasi itu mengeluh setelah melunasi pinjaman. 

Awalnya ia pinjam Rp 500 ribu dengan persyaratan cukup fotokopi KTP tapi harus mencicil Rp 65 ribu setiap pekan.  

“Nah setelah selesai bayar angsuran, lunas saya gak mau ambil lagi. Lalu dia (agen) maksa lagi sambil merajuk untuk ambil lagi. Ya kasian juga akhirnya saya terima ambil lagi sekarang,” kata IN, salah seorang nasabah. 

Ia kembali meminjam Rp 500 ribu karena tidak mau pinjam dalam jumlah besar walau agen menawari pinjaman dengan nominal yang besar.  

Dikatakannya agen-agen koperasi tersebut datang ke rumah warga dan juga di lingkungan pasar tradisional. 

Malang Post melacak keberadaan usaha itu di sekitaran Jalan Keben. Saat berada di lokasi, kantor berupa rumah itu tutup. Meski begitu petugas jaga lingkungan di kawasan ini, Rustam, mengatakan bahwa alamat rumah yang dituju Malang Post adalah benar sebuah koperasi. 

Batu dan Kabupaten Malang Tingkatkan Pengawasan
 

Sementara itu, Pemkot Batu melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskoperindag) memastikan akan menindak tegas jika terbukti ada koperasi yang menjalankan praktik  rentenir. Hal itu ditegaskan oleh Kabid Koperasi, Diskoperindag Kota Batu, Sri Kuntariati.

Namun, diungkapnya untuk Kota Batu, pihaknya belum menemukan laporan kasus penyalahgunaan prinsip-prinsip koperasi. “Saat ini di Kota Batu ada 198 koperasi yang berbadan hukum dan tersertifikasi dari Diskoperindag. Namun, untuk Koperasi yang masih aktif 134, sisanya 60 koperasi tidak aktif,” jelas perempuan yang akrab

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA