Bisnis Ilegal Dekat Balai Kota

Bisnis Ilegal Dekat Balai Kota LOKASI : Tim Operasi Gabungan (Opsgab) Kota Malang saat menyisir izin miras sekaligus pita cukai, Rabu malam.

mengarah ke Jalan JA Suprapto untuk merazia miras di My Place klub dan karaoke. Begitu tiba di My Place, tim yang bergerak ke Sawojajar, berkumpul lagi dengan tim yang sempat berpencar.

Priyadi langsung menceritakan, temuannya di Jalan Padjajaran. Timnya memergoki sebuah mobil Grand Livina, berisi berkardus-kardus minuman keras, sejumlah ratusan botol. Karena diduga ada kebocoran informasi tentang pelaksanaan operasi, tim Opsgab berpencar, lalu menangkap basah sebuah mobil yang diduga hendak mengevakuasi berkardus-kardus miras berbagai merek.

“Kami menemukan mobil mencurigakan yang  tidak jauh dari tempat hiburan. Dalam mobil itu, kami temukan banyak sekali miras, merek yang mahal-mahal. Diduga bermasalah dengan izin sekaligus pita cukai,” kata Priyadi. Pengendara mobil sempat berkilah dan bertele-tele ketika ditanyai oleh petugas Opsgab.

Sehingga, tim sempat akan memanggil mobil derek untuk mengangkut kendaraan berisi ratusan botol miras itu ke kantor Bea Cukai Malang. Namun, karena persuasi salah satu perwira Denpom yang ikut merazia di Jalan Pajajaran, akhirnya pengendara mobil menyerahkan kendaraan itu kepada petugas, dan dikendarai ke Bea Cukai Malang.

“Awalnya gak mau mengakui, tapi akhirnya mengaku itu milik Union,” jelas Priyadi. Pemilik ratusan botol miras akan dipanggil ke Bea Cukai, untuk mempertanggungjawabkan berkas perizinannya. Setelah melakukan operasi di My Place, rombongan mengakhiri razia di Reborn Jalan Merbabu.

“Ada persoalan izin miras dari tempat hiburan yang kami operasi, sehingga kami mengimbau pengelola untuk mengurus izin yang hampir habis, atau bahkan sudah kadaluwarsa,” tutup Priyadi.Pemilik

Mobil Berisi Botol Miras Berinisial B

Sementara itu, menurut Bea Cukai Malang, sopir yang membawa berkardus miras mahal ini diduga milik orang berinisial B.  Berdasarkan rilis resmi yang dikutip dari laman facebook Bea Cukai Malang, razia yang dilakukan pada Rabu (7/11) tersebut melakukan operasi di tujuh tempat karaoke dan kafe yang menjual minuman keras secara acak. 

Sekaligus, pada razia tersebut juga untuk menertibkan tempat-tempat penjualan eceran miras untuk memenuhi peraturan yang sudah ditetapkan. Pada tempat pertama, di kafe Reborn, petugas mengamankan 37 botol miras dai berbagai merek dan berpita cukai. Diduga pemilik Cafe “Reborn” telah menyediakan miras untuk dijual meskipun tidak memiliki izin NPPBKC. 

Pada operasi gabungan tersebut, pihak bea cukai juga berhasil mengamankan sebuah mobil yang diduga menyimpan miras ilegal yang akan dijual ke kafe and lounge Union.  Berdasarkan pemeriksaan, diketahui tempat karaoke ini tidak memiliki izin NPPBKC. Mobil ini diduga milik seseorang dengan inisial “B”. Dari mobil ini petugas mengamankan 24 botol miras berbagai merk tanpa izin pengangkutan. Mobil ini ditemukan terparkir tidak jauh dari Union. 

“Saat ini mobil dan miras hasil operasi gabungan dengan Satpol PP telah kami bawa ke kantor dan telah kami serahkan kepada pihak penyidikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Kami harap dengan adanya operasi gabungan ini, tingkat kepatuhan para pemilik tempat penjualan miras di Kota Malang meningkat, ” ungkap salah satu petugas Bea Cukai Malang.

Ia menambahkan, pada operasi gabungan tersebut, petugas bea cukai mengaku tidak ada masalah dengan minuman beralkohol yang ditemukan. Sebab, semua berita cukai resmi. “Namun, tempat penjualnya yang tidak berizin NPPBKC. Sehingga, tidak ada kerugian negara, hanya melanggar dalam hal izin,” kata dia.

Izin soal tempat untuk berjualan minuman beralkohol sudah diatur Sesuai dengan Pasal 14 Undang-Undang nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai, pemilik dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda paling sedikit Rp 20 juta dan paling banyak Rp 200 juta. Sementara, Kasi Humas Direktorat Jendral Bea Cukai Jatim II, masih memastikan terkait informasi tersebut.(fin/tea/ary)

 

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA