Pengakuan Pemilik Pabrik Vape Liquid: Saya Suka Ganja dan Musik Reggae

  • 09-11-2018 / 09:35 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Pengakuan Pemilik Pabrik Vape Liquid: Saya Suka Ganja dan Musik Reggae Salah satu tersangka memeragakan proses meracik vape liquid berbahan ektaksi yang diekstrak menjadi MDMA, Kamis (8/11). (Wildan Ibnu Walid/jpc)

JAKARTA - TY, pemilik pabrik pembuatan liquid vape mengandung narkoba di kawasan Kelapa Gading dan Basura yang dibongkar polisi mengaku sudah sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengkonsumsi ganja. Sehingga, sang istri ikut terpengaruh dalam bisnis haram peredaran narkoba.

"Saya sudah suka ganja, saya suka musik-musik reggae segala macam itu pas saya masih SMP. Sudah 15 tahun yang lalu," ujar dia di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

Napi di Rumah Tahanan Klas I Cipinang itu menegaskan dia tidak menjual ganja, tapi hanya ekstraksinya saja. Sebelum beralih ke binsis haram, TY mengaku awalnya dia mengekstraksi ganja guna kesehatan medis berdasarkan yang dia ketahui dari membaca.

"Awal mulanya saya ngeliat di luar (Indonesia) itu banyak manfaat dari ekstraksi ganja sendiri. Jadi kalau kita lihat ganja, hanya sebatas represionalnya saja. Sebenarnya banyak banget manfaat dari ganja tersebut. Tapi, dengan dosis yang pas,” katanya.

TY menjelaskan, bila digunakan dalam dosis yang tepat, ekstraksi ganja sebenarnya bermanfaat baik untuk mengaktifkan endokanabinoit sistem, atau untuk meredam stress. Alat-alat yang digunakannya untuk meracik ekstraksi ganja didapat dari hasil menjual tembakau gorilla sebelum melakukan bisnis ini.

Sedangkan menjual liquid vape yang mengandung narkoba baru dia geluti semenjak empat bulan yang lalu. Untuk liquid vape yang mengandung methylenedioxy methamphetamine (MDMA), lanjutnya bukan dia yang membuat, tapi anak buahnya yang lain.

"(Sekali produksi) waktu itu saya 700 mililiter. Dibagi 2 mililiter (perbotol). (Merk liquid) Saya Caricus dan Bananacus. Kalau Caricus sudah beredar lama, kalau Bananacus baru selesai (produksi) tapi sudah dibongkar," ujar TY.

Sementara itu, istri TY, DW yang juga ditangkap karena membantu suaminya dalam bisnis haram itu mengaku nekat membantu hanya karena ingin jadi istri yang baik.

"Sebagai istri disuruh sama suami (patuh) gitu kan kalau enggak dilakuin dia marah," ucap DW menambahkan.

DW menjelaskan kalau dalam bisnis haram tersebut dirinya hanya berperan mentransfer sejumlah uang yang diperuntukan membeli peralatan dan bahan-bahan dalam pembuatan liquid vape narkoba. Dia juga mengaku sebenarnya sudah kerap mengingatkan suaminya untuk berhenti melakukan bisnis haram itu.

"Saya sudah berapa kali bilang untuk stop (bisnis tersebut) apa segala macem, karena keluarga yang kena imbas. Saya sudah punya anak dua, laki-laki semua. Saya enggak tahu, sekarang yang jaga orang tua," kata DW

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA