Begini Pendapat DPR Soal Proyek Mobil Esemka

  • 09-11-2018 / 12:48 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Begini Pendapat DPR Soal Proyek Mobil Esemka Proyek mobil esemka tidak ada kaitannya dengan kinerja maupun kebijakan Jokowi pada saat menjabat walikota Solo. (Ari Purnomo/jpc)

SOLO- Banyak kalangan dan pengamat berpendapat terkait mobil buatan anak bangsa, umumnya menganggapnya sebagai mobil nasional era Walikota Solo yang pada tahun 2012 yaitu Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Inaz N Zubir menyebut, bahwasannya proyek mobil Esemka dimulai oleh pak Sukiyat, pemilik bengkel mobil yang juga pengajar di SMK Negri 1 Solo. Suatu ketika Sukiyat memperoleh kiriman 1 unit mobil contoh untuk praktik siswa SMK Negri 1 Solo. Belajar merakit mobil dari PT. Solo Manufaktur Kreasi, perusahaan yang baru berdiri pada tahun 2007.

“Kemudian karya siswa SMK Negri 1 Solo ini didengar oleh Walikota Solo pada saat itu yakni Pak Jokowi, lalu sebagai kepala daerah yang peduli, tentunya Pak Jokowi memberikan dukungan agar mobil Esemka tersebut dapat diproduksi secara masal dan dikomersialkan. Sehingga dibutuhkan persyaratan tertentu berdasarkan peraturan yang ada dimana salah satunya adalah uji emisi,” ujarnya dalam siaran persnya, Jumat (9/11).

Menurutnya, pada saat itu banyak kalangan yang antusias dan mendukung perakitan mobil Esemka karya siswa-siswa SMK Negeri 1 Solo tersebut, dimana salah satunya adalah Rizal Ramli.

Inaz menuturkan, persoalan gagalnya uji emisi tersebut dikembalikan lagi kepada SMK Negeri 1 Solo dengan nasehat agar menjadikan pelajaran kegagalan tersebut.

“Gagalnya uji emisi tersebut bukan kegagalan siswa-siswa SMK Negri 1 yang sejatinya hanya merakit, melainkan kegagalan dari mesin produksi PT. Solo Manufaktur Kreasi (SMK), dimana perusahaan tersebut cukup berani mencoba memproduksi mobil setelah mendapat restu SBY pada tahun 2009 di pameran mobil ITB di Bandung,” tuturnya.

Inaz menekankan, proyek mobil esemka tidak ada kaitannya dengan kinerja maupun kebijakan pak Jokowi pada saat menjabat walikota Solo.

“Hanya saja para kalangan dan pengamat yang nyinyir memaksakan agar Esemka terus dilekatkan kepada pak Jokowi apalagi di tahun elektoral ini,” tandasnya. (mys/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA