Rasio Pekerja Asing Sektor Hulu Migas Masih Wajar

  • 09-11-2018 / 14:09 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Rasio Pekerja Asing Sektor Hulu Migas Masih Wajar Jumlah tenaga kerja asing secara rasio turun terus 312 terakhirnya berdasarkan izin kerja. (Istimewa)

JAWA BARAT- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan, jumlah tenaga asing (TKA) industri sektor hulu migas di seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Tanah Air sebesar 1,25 persen atau 312 orang dari total 25.051 pekerja.

Manajer Senior SDM KKKS SKK Migas Daniel Kurnianto menyebut angka tersebut masih wajar lantaran rasio penetapan pekerja asing maksimal sebesar 3 persen.

“Tenaga kerja asing secara rasio turun terus 312 terakhirnya berdasarkan izin kerja. Tapi mungkin bisa lebih kecil lagi dari 312. Bisa dibilang, 25 persen industri hulu migas sudah mandiri. Tantangannya banyak tenaga kerja Indonesia yang lari keluar negeri,” ujarnya di Ciloto Jawa Barat, Jumat (9/11).

SKK Migas mencatat, pada semester tahun ini menjadi tahun dengan rasio TKA terendah selama 12 tahun terakhir di seluruh KKKS. Adapun tahun 2006 menjadi tahun dengan rasio TKA tertinggi yakni sebesar 4,67 persen atau 1.069 TKA dari total 22.904 pekerja.

Daniel menjelaskan, TKA mendominasi tiga bidang pekerjaan (job family), yakni project (17,53 persen), Leadership (16,05 persen), dan engineering & operation support (15,06 persen).

Daniel mengaku, banyak pekerja di sektor ini yang lebih memilih bekerja di luar negeri. Faktor gaji menjadi pemicu utama motivasi mereka. Namun, pihaknya terus mengupayakan membuat program  peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia di industri hulu migas berskala global.

SKK Migas berkolaborasi dengan para KKKS telah merancang sejumlah strategi pengembangan karir internasional, diantaranya, Technical Development Exchange (TDE) dimana pertukaran TKA dengan TKI dalam rangka meningkatkan kompetensi staf junior. Dan Overseas on the Job dimana penugasan TKI di luar negeri dalam rangka memenuhi persyarakat kompetensi.

Sejak 2010, tambah Daniel, total sebanyak 1.048 TKI bidang migas telah dikirim ke luar negeri dalam rangka pengembangan karir internasional.

Sementara menurut usia para pekerja dalam negeri di sektor ini lebih dominan pada rentang usia 41-50 tahun. Usia tersebut terbilang produktif dan akan dipertahankan.  

“Kita menjaga penggunaan tenaga kerja asing seefektif mungkin karena (gajinya) mahal mungkin bisa 6-8 kali dari orang kita. Mau enggak mau kalau mau menggantikan TKA sama orang kita harus menjadikan TKI kita jadi orang global dulu,” tandasnya.(mys/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA