Sarinah "Back Design" Ala Societeit Concordia, Digagas Sutiaji Bersama Direktur Sarinah

  • 16-11-2018 / 08:34 WIB - Editor: marga
  • Uploader:irawan
Sarinah "Back Design" Ala Societeit  Concordia, Digagas Sutiaji Bersama Direktur Sarinah BAHAS: Wali Kota Malang, Sutiaji dan Presiden Direktur Sarinah, Sugiarta Yasa membahas rencana Malang Heritage.

MALANG- Malang City Heritage menjadi garapan serius Wali Kota Malang, Sutiaji. Koridor jalan sepanjang Basuki Rahmat yang lebih populer dengan nama Kayutangan hingga koridor jalan Merdeka, menjadi salah satu fokus garapannya. 

"Koridor  ini punya jejak heritage dan nilai nostalgia yang kuat. Ambil contoh gedung Sarinah yang berada di Jalan Merdeka Utara, menjadi "saksi" sejarah mulai jaman kolonial hingga jaman perjuangan,” tutur Walikota Sutiaji yang kaya gagasan itu.  

Dan gedung Sarinah kiranya juga akan "disulap" tepatnya dikuatkan kembali dalam satu konsep kesatuan jejak heritage. “Kamis (15/11) saya telah bertemu dengan pimpinan dan jajaran manajemen PT. Sarinah di Jakarta,” katanya.

“Ngobrol punya ngobrol kita memiliki kesamaan visi dalam meng uri uri gedung Sarinah melalui rencana re develop gedung Sarinah seperti pada eranya dulu (Societeit  Concordia),” tambah pria penghobi bulutangkis tersebut.

Ditambahkan Sutiaji, ini masih proses awal. “Saya cuma memberikan penguatan pentingnya memperhatikan proses kesejarahan, aspek keselarasan dengan kawasan sekitar, misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang harus tetap diusung Sarinah,” ucap dia.

“Dan tentunya proses - proses  teknis yang menyertai harus diikuti dengan baik. Pada prinsipnya saya semisi dengan apa yang ditawarkan manajemen PT. Sarinah,” tegas mantan Wakil Wali Kota Malang tersebut.

Presiden Direktur Sarinah, GNP Sugiarta Yasa,  menambahkan ide untuk menghidupkan kembali nilai kesejarahan Sarinah Malang, telah menjadi diskusi panjang dari manajemen. 

"Semakin kuat saat kami (manajemen) mencermati dan memperhatikan dalam berbagai informasi, Wali Kota Malang Bapak Sutiaji berkomitmen membangun Malang Kota Heritage," ujar Sugiarta Yasa.

Dalam jejak rekam sejarahnya,  gedung Sarinah Malang awalnya merupakan rumah Bupati Malang pertama, Raden Tumenggung Notodiningrat (1820-1839). Setelah dikuasai Belanda gedung diubah menjadi gedung Societeit Concordia atau gedung rakyat. 

Gedung menjadi tempat berkumpul, berdansa, menonton pertunjukan kesenian, dan makan malam. Setelah merdeka, gedung ini menjadi tempat kongres Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 25 Februari – 5 Maret 1947. 

KNIP merupakan cikal bakal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah tokoh nasional hadir seperti Sukarno, Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Edward "Douwes Dekker, Ki Hajar Dewantara, Dr. Soetomo hingga Jenderal Soedirman dan Bung Tomo.

"Memotret itu (nilai tinggi kesejarahan) maka sayang bila itu kita abaikan. Terlebih pada satu kawasan tersebut juga ada gedung gedung bernilai heritage juga, seperti Gedung Bank Indonesia, Kantor Kas dan Perbendaraan Negara, Kantor Pos, Hotel Pelangi, Bank

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA