Pengendara Lebih Pilih Terobos Trotoar Jembatan Ranu Grati

  • 20-11-2018 / 23:48 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:angga
Pengendara Lebih Pilih Terobos Trotoar Jembatan Ranu Grati Ranu Grati

PENGENDARA tak peduli dengan hak pejalan kaki yang harusnya bisa melewati pedestrian Jembatan Ranu Grati Sawojajar-SKI. Biasanya, jalur macet di Jembatan Ranu Grati yang berasal dari kepadatan  dari kedua sisi jalan menjadi alasan pengendara menerobos trotoar.

Penggunaan pedestrian Ranu Grati yang dilewati motor, bukan sekadar soal keterpaksaan mencari jalan karena macet. Melainkan, mentalitas dan minimnya pengetahuan tentang hak pejalan kaki di pedestrian. Dari pantauan Malang Post di lokasi, pagi kemarin, masih ada pengguna jalan yang dengan santai melewati pedestrian.

Contohnya saja, seorang ibu pengendara motor tanpa helm melintas dengan santai, meskipun kondisi jembatan lengang lancar tanpa kemacetan. Ketika jalur sudah lengang, bebas dari kemacetan anak-anak sekolah maupun orang berangkat kerja, pengguna jalan tak memilih jalan normal. Tapi mengambil hak pejalan kaki di pedestrian jembatan.

Kondisi ini bakal semakin parah saat memasuki jam sibuk. Kala Jembatan Ranu Grati dipenuhi kendaraan bermotor begitu banyak sehingga macet, pengendara motor mengambil jalan pintas dengan melintas di atas pedestrian. Dari pantauan Malang Post, jam sibuk yang memicu pengendara memakai jalan pintas pedestrian Ranu Grati  saat orang pulang kerja sore hari.

Dari segi fisik, lantai pedestrian rusak dan berlubang di beberapa bagian karena dilewati oleh banyak motor setiap hari. Dampak lainnya, tentu saja hak pejalan kaki terampas. Salah satu pejalan kaki, M Yasin, 50, warga Kota Lama mengaku merasa tidak aman apabila berjalan di pedestrian yang dilewati motor.

Dia mengakan, Pemkot Malang harusnya memasang tiang pembatas di tiap ujung jembatan di kedua sisi. “Kalau pingin motor gak melewati pedestrian, ya pasang penghalang seperti di Surabaya,” ujarnya. (fin/van)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA