Hak Pejalan Kaki Dirampas di Jalan Ijen

  • 20-11-2018 / 23:49 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:angga
Hak Pejalan Kaki Dirampas di Jalan Ijen Jalan Ijen

MALANG-Pejalan kaki di Kota Malang jangan pernah berharap nyaman di trotoar atau pedestrian. Trotoar lebar dengan de­sain apik justru jadi parkir, ditutupi bangunan PKL dan diterobos pengendara. Ironi fasilitas umum ini terjadi hampir di seluruh wilayah kota pendidikan ini.

Di Jalan Ijen contohnya. Jantung kota sekaligus kawasan ikonik  untuk pejalan kaki dan penikmat taman itu dilengkapi trotoar lebar dengan desain menarik. Tapi tak bisa digunakan secara maksimal.

Pantauan Malang Post kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB, mobil dipakir di salah satu titik kawasan pedestrian Ijen Boulevard.  Lokasinya persis dekat rumah dinas Kapolres Malang Kota (Makota). Cara parkir kendaraan tak memberi space untuk pejalan kaki lantaran menutup trotoar.

Tidak jelas pengemudi dan isi mobil berkunjung kemana, akan tetapi titik pedestrian ini sering menjadi tempat parkir.

Saat dilihat kondisinya, pedestrian yang kerap menjadi tempat parkir tersebut sudah retak dan sebagian malah hancur. Perlu diketahui, pedestrian kawasan Ijen Boulevar belum lama diperbaiki dan dipercantik. Tidak hanya dipercantik dan diperlebar juga diberikan fasilitas rute bagi penyandang disabilitas.

Malang Post mengkonfirmasi hal itu kepada Kapolres Makota AKBP Asfuri via pesan WhatsApp namun hingga berita diturunkan Asfuri belum memberi respon.  Sementara itu, Kasubag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menjelaskan, kendaraan Kapolres Makota selalu parkir dalam garasi.  Ditanya apakah akan ada tindakan lanjut terkait kendaraan yang terparkir di depan rumdin Kapolres Malang Kota, Marheni mengatakan akan menindaklanjuti. “Besok (hari ini,red) saya infokan KA (Kapolres,red),” katanya.

Tidak hanya kawasan Ijen Boulevard, beberapa waktu lalu Malang Post masih mendapati pedestrian yang baru direnovasi  di Jalan Veteran bernasib sama. Trotoar yang berada di depan Language Centre  UB itu beralih fungsi menjadi tempat parkir.

“Ya saya disuruh parkir disana kok,” ungkap Mila Baisuni salah seorang pengendara motor yang kerap parkir di atas pedestrian di Jalan Veteran tersebut.  Di hari-hari biasa (hari kerja,red) ratusan motor memakai pedestrian ini sebagai tempat parkir. Hingga tidak ada sisi bagi pejalan kaki.

Selain di Jalan Veteran, penyalahgunaan fungsi pedestrian juga terjadi  di Jalan Basuki Rahmat (kawasan ruko), lalu Jalan Semeru, Jalan Bromo dan di kawasan Jalan Trunojoyo.  Bahu jalan atau area pedestrian lain yang disalahgunakan tampak juga di kawasan Splindid,  jalan sekitar RS Saiful Anwar, kawasan Jalan Tugu (samping Balai Kota Malang,red)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA