PPDB Zonasi Terkendala Komunikasi

  • 21-11-2018 / 23:27 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:irawan
PPDB Zonasi Terkendala Komunikasi PEMBICARA: (ki-ka) M. Himawan Sutanto, M.Si, Husnun N Djurai, Nasrullah, M.Si, Dr. Frida Kusumastuti, Widya Yutanti, MA, dan Kaprodi Ilmu Komunikasi UMM, Sugeng Winarno, MA berfoto bersama seusai workshop di Hotel Ubud Malang, Rabu (22/11).

MALANG – Kemendikbud dan Ilmu Komunikasi UMM mengadakan workshop mengkaji efektivitas strategi komunikasi dalam penerapan zonasi PPDB 2018 di Hotel Ubud, Rabu (21/11) kemarin. Bertajuk Strategi Komunikasi Publik dalam Sosialisasi Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018, kegiatan ini dihadiri akademisi, peneliti, praktisi media massa di Malang dan perwakilan Dinas Pendidikan serta Staff Khusus Kemendikbud, Nasrullah, M.Si.

“Kebijakan zonasi tersebut yang strategis banyak, namun belum tentu semuanya sampai ke publik dengan baik, begitupun di Kota Malang. Hanya saja ketika di masyarakat terjadi miss,” ungkap Nasrullah.

Untuk itu, di beberapa daerah dilakukan pemantauan kebijakan komunikasi publiknya. Setelah adanya FGD bersama dengan praktisi media massa di Kota Malang, selanjutnya akan dibuat strategi untuk lebih mengintensifkan lagi komunikasinya.

Terutama kebijakan yang bersifat strategis dan ber­potensi menjadi kontroversi. Hal tersebut yang perlu dikawal dengan baik sehingga dapat tersampaikan ke­pada masyarakat seperti yang diinginkan. Misalnya pendidikan karakter yang kemudian diplesetkan menjadi full day, zonasi dicurigai sebagai bentuk keberpihakan kepada pihak lain, serta kebijakan lainnya yang menimbulkan kegaduhan. “Paling tidak kami ingin mengurangi kegaduhan dari adanya kebijakan baru, jangan sampai masyarakat lebih heboh dari substansi dari peraturan tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan dari FGD bersama dengan para praktisi media massa, salah satu faktor yang menyebabkan sosialisasi dirasa masih kurang adalah terbatasnya wartawan dalam mengakses kebijakan tersebut lantaran adanya keyword satu pintu.

Dalam kegiatan workshop itu juga turut di­be­rikan pema­paran materi dari tim peneliti mengenai strategi Me­dia Relation dalam Komunikasi Publik Kebijakan Stra­tegis Kemendikbud yang disampaikan oleh Dr. Frida Ku­sumastuti. Tema Framming Media terhadap Kebijakan Strategis Kemendikbud disajikan oleh M. Himawan Sutanto, M.Si sedangkan Komisaris Malang Post, Husnun N Djuraid memaparkan Strategi Pem­bentukan Opini Pu­blik tentang Kebijakan Strategis Ke­mendikbud. (lin/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA