7 Kampus Terpapar Radikalisme, Ini Tanggapan Menristekdikti

  • 22-11-2018 / 09:31 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
7 Kampus Terpapar Radikalisme, Ini Tanggapan Menristekdikti Menristekdikti Mohammad Nasir menyebut temuan BIN terkait kampus terpapar radikalisme, sejatinya sudah lama terjadi. (Dok.jpc)

JAKARTA- Bukan hanya masjid, Badan Intelijen Negara (BIN) mencatat ada tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) terpapar paham radikalisme. Bahkan, 39 persen mahasiswa di 15 provinsi dinyatakan tertarik atas ajaran tersebut.

Terkait pernyataan itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Mohamad Nasir tidak membantahnya. Dia menyebutkan bahwa pihaknya telah sejak lama  mendengar temuan tersebut.

Menurutnya, paham radikalisme menjalar karena kondisi kampus yang kurang perhatian serta pengawasan.

 “Sebenarnya itu sudah lama ya, saya sampaikan di mana tujuh PTN yang dirilis oleh BIN sebenarnya tidak hanya itu, kondisi yang ada di perguruan tinggi yang dulu selama ini tidak pernah mendapat perhatian serius, tidak pernah mendapatkan suatu pengawasan yang baik,” ujarnya saat ditemui di Intercontinental Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (21/11) malam.

Akibatnya, lanjut dia, perguruan tinggi bergerak dengan sendiri hingga terpapar ajaran semacam radikalisme. Namun demikian, dia meyakinkan hal itu tidak pernah terjadi kembali.

“Dan ini adalah merata sebenarnya, tidak hanya di tujuh perguruan tinggi saja saya rasa. Ini di tempat-tempat lain. Tapi kondisi yang ada sekarang ini sudah hampir semua tiarap, tidak ada. Artinya tidak ada menonjol lagi, yang beliau (BIN) sampaikan sudah lama sekali,” tutur Nasir.

Untuk itu, Kemenristekdikti dalam hal ini akan memperbaiki sistem pengawasan serta kontrol kepada civitas akademika. Nasir ingin agar masalah radikalisme tidak lagi berkembang di lingkungan universitas maupun masyarakat secara luas.

 “Apa yang harus kami lakukan, yaitu sistem pengawasan dan kontrol yang baik terhadap perguruan tinggi dan kita selalu sampaikan masalah bela negara dan wawasan kebangsaan. Maka masalah radikalisme harus mulai berhenti,” tegas dia.(yes/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA