Adu Cermat di Olimpiade Akuntansi STIE ASIA

  • 24-11-2018 / 23:54 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:irawan
Adu Cermat di Olimpiade Akuntansi STIE ASIA KONSENTRASI: Peserta Olimpiade Akuntansi serius menjawab soal-soal esai dalam babak semifinal di kampus pusat STIE ASIA Malang, siang kemarin.

MALANG - Himpunan Mahasiswa Prodi Akuntansi STIE ASIA Malang menggelar Olimpiade Akuntansi untuk SMA dan SMK Tingkat Jawa Timur, Sabtu (24/11). Agenda rutin HIMAPRO AKASIA ini diikuti 223 tim. Sebanyak 64 tim dari SMA dan 159 tim dari SMK.

Ketua STIE ASIA Malang, Dr. Fathorrahman, SE., MM., mengatakan, mulai tahun ini, peserta olimpiade akuntansi kategori antara SMA dan SMK dipisah. Hal berkaitan dengan tingkat kompetensi antar keduanya berbeda. “Otomatis soal-soalnya pun berbeda,” ucapnya.

Olimpiade akuntansi STIE ASIA Malang dimulai dari babak penyisihan secara online sebanyak 100 soal dengan sistem multiple choice selama dua jam. Selanjutkan dilakukan ranking yang menentukan 10 tim dari SMA dan 10 tim dari SMK untuk mengikuti babak selanjutnya yaitu semifinal.

Bagi peserta yang dinyatakan lolos dari semifinal, dipilih 5 tim dari SMA dan 5 tim dari SMK dengan nilai ter­baik untuk melanjutkan ke babak final. Babak final ini dilaksanakan dengan sistem cerdas cermat akuntansi yang memperebutkan 3 juara dari SMA dan 3 juara dari SMK. “Bagi para pemenang mendapatkan hadiah fresh money, trophy, sertifikat, dan beasiswa,” ucap Fathor.

Ia menuturkan, beasiswa diberikan ke­pada siswa-siswi berprestasi di olim­piade. Namun tidak hanya untuk pe­serta yang meraih juara. Melainkan seluruh finalis berhak mendapatkan beasiswa untuk masuk di STIE ASIA Malang. “Hadiah dan beasiswa ini me­rupakan penghargaan bagi para pe­menang yang telah berjuang selama kompetisi berlangsung,” kata dia.  

Ia menjelaskan olimpiade akuntansi memiliki banyak manfaat, baik bagi peserta maupun bagi mahasiswa se­bagai penyelenggara. Bagi peserta man­faat yang bisa didapat yaitu da­pat memperdalam pemahaman da­lam bidang accounting. “Mereka bisa be­lajar bagaimana membuat la­poran ke­uangan, jurnal, perpajakan dan se­bagainya. Intinya dapat me­ning­kat­kan kemampuan siswa di bidang akun­tansi,” terang pria asal Pamekasan ini.  

Selain itu, olimpiade dapat memupuk jiwa kompetisi dalam diri peserta. Ber­temu dengan banyak siswa dari sekolah lain akan memacu semangat dan ke­mam­puan masing-masing. “Dengan demikian mereka bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.  Sedangkan bagi mahasiswa, lanjut Fathor, yaitu dapat melatih berorganisasi dan berkomunikasi dengan banyak pihak. Sebab menurutnya, kemampuan komunikasi sangat penting untuk menambah wawasan dan memperluas networking.

Organisasi dapat membentuk SDM yang berkarakter dan berkepribadian yang baik dalam membangun  pro­fesionalisme  saat  menghadapi  du­nia  kerja  di  Era Globalisasi. “Se­per­ti bagaimana mereka melakukan ker­ja­sama dengan

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA