Sesuatu Di Jogja

Sesuatu Di Jogja ilustrasi

Cerpen Mochammad Ardiyata, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Sidoarjo, 17 Februari 2018. Pagi itu, matahari sudah menampakkan cerahnya dari ufuk timur. Arya seketika terbangun dari tidurnya, mencuci muka lalu menghirup udara segar di teras rumahnya. Tapi ada sesuatu yang ganjil di garasi rumah, ada sebuah undangan dan kertas bertulis tangan. Undangan yang tertulis dengan jelas“ untuk Arya, dari kami yang berbahagia Tarjo dan Arinda“ seketika Arya terdiam dan tersenyum melihat undangan dan kertas terserbut, lalu bergegas mandi dan bersiap untuk ke kampus.

Arinda, ya. Nama itu, mengingatkan Arya dengan seorang wanita yang dia temui dua tahun lalu di Kota Jogja, seorang mahasiswi semester akhir di salah satu Universitas terkemuka disana. 19 Agustus 2016, hari itu Arya mendapatkan tugas akhir dari dosen pembimbingnya untuk merekam dan memotret interaksi budaya dan perubahan sosial masyarakat yang masih lekat dengan adat dan tradisi. Dalam kurun waktu yang ditentukan oleh dosen enam  bulan. Seketika itu terbesitlah di pikiran Arya sebua kota indah nan ramah yang masih melekat tradisi dan adatnya. Jogjakarta.  Ya. Jogja.  Dua hari setelah tugas diberikan Arya berangkat ke kota tersebut, suara riuh penumpang dan pluit kereta api menghantarkan Arya pergi ke kota itu.

Jogjakarta, 22 Agustus 2016. Hari itu di sebuah tempat bersejarah di Kota Jogja Arya menemukan gadis yang entah kenapa memiliki daya tarik tersendiri bagi Arya, lagi asik melihat hasil foto di kamera menggeser-geser foto sampai akhirnya terhenti disebuah foto seorang wanita yang sedang tersenyum melihat keadaan sekitar dengan jilbab hitam dan blazer warna merah muda. Arya langsung melihat sekitar dan menemukan sosok wanita itu.

Ternyata ada di seberang posisi Arya bediri sekarang. Dan, Arya langsung menghampiri wanita tersebut, walaupun berbekal nyali seadanya. Dia menghampiri wanita tersebut dan mengajak wanita itu berkenalan, Namanya Arinda, seoarang mahasiswi yang kebetulan sama dengan Arya yang asli dari Kota Udang (Sidoarjo) dan berumur 3 tahun lebih tua daripada Arya, Arinda kuliah di salah satu Universitas terkemuka di Jogja yang sedang menunggu proses sidang skripsinya. Singkat cerita, mereka berkenalan lalu berteman dan Arya meminta bantuan Arinda untuk berkeliling Jogja umtuk menyelsaikan tugas akhirnya.

Waktu demi waktu berlalu, kenangan demi kenangan tercipta hingga benih cinta tumbuh diantara mereka di

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA