Redam Radikalisme, Kemendikbud Hidupkan Lagi Mata Pelajaran PMP

  • 27-11-2018 / 14:47 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Redam Radikalisme, Kemendikbud Hidupkan Lagi Mata Pelajaran PMP Ilustrasi: Pendidikan Moral Pancasila (PMP) bakal dihidupkan lagi untuk meredam radikalisme di kalangan anak muda. (Miftahuddin/ jpg)

BALI- Kemendikbud berencana menghidupkan kembali mata pelajaran pendidikan moral Pancasila (PMP). Tujuannya, generasi muda Indonesia lebih memahami Pancasila sebagai dasar negara.

"PMP akan kita kembalikan lagi. Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita. Itu mungkin yang akan kita lakukan," ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano saat ditemui di kantornya kemarin (26/11).

Dia mengharapkan materi pelajaran PMP dapat meredam isu radikalisme yang semakin berkembang di tanah air. Apalagi radikalisme sudah masuk ke dunia pendidikan.

"Ini kan sebabnya, masalahnya ada radikalisme dan segala macam kan gitu. Bangsa ini punya sejarah luar biasa, punya sejarah bagus. Kita ini punya fondasi Pancasila sebagai dasar, dari lima sila itu kan bisa membentengi seseorang, bisa membentengi orang menjadi lebih baik," tutur dia.

Supriano mengatakan, Pancasila dihasilkan berdasar keputusan semua kelompok, bukan individu ataupun satu golongan. Karena itu, semua sila dapat menjawab tantangan ke depan. ''Pancasila dihasilkan dengan musyawarah luar biasa, semua golongan. Artinya, golongan ulama ada cendekiawan muslim. Bukan keputusan sendiri," ungkapnya.

Sebagai informasi, PMP merupakan mapel di sekolah sejak 1975 yang ketika itu menggantikan mapel pendidikan kewarganegaraan dalam kurikulum sekolah di Indonesia sejak 1968. Namun, PMP kembali diubah pada 1994 menjadi pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn) yang kemudian menjadi PKn.

Kata Pancasila dihilangkan karena dinilai sebagai produk Orde Baru. Mapel PMP berisi materi Pancasila sebagaimana diuraikan dalam pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P4).(tau/c6/c10/agm/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA