Jawa Menari Hadirkan Kebudayaan 12 Negara

  • 29-04-2018 / 00:30 WIB - Editor: Muhaimin
  • Uploader:irawan
  • dibaca:557
Jawa Menari Hadirkan Kebudayaan 12 Negara Sobari Sofyan seniman tari tradisi asal Banyuwangi saat memimpin delegasi 12 negara untuk gladi bersih di lapangan Kedungkandang, kemarin. (Fino Yudistira/Malang Post

MALANG – DPD Partai Nasdem Kota Malang kembali mempersembahkan sajian budaya bagi masyarakat. Hari ini, menghelat peringatan Hari Tari sedunia dengan event Jawa Menari. Acara yang akan digelar di lapangan Kedungkandang ini, sekaligus sebagai penutup Festival Jaran Kepang Nasdem.

 

“Jawa Menari ini dihadiri oleh delegasi kebudayaan dari 12 negara. Tiga master koreo dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat juga menghadiri acara ini, yaitu, Didik Nini Thowok, Sobari Sofyan dan Tatang Setiadi,” kata Hanan Abdul Jalil, Ketua DPD Nasdem Kota Malang kepada Malang Post sore kemarin.

 

Sore kemarin, Sobari Sofyan tampak memimpin para delegasi kebudayaan tersebut menaiki panggung. Saat suara musik tradisi berbunyi, Sobari mengarahkan para delegasi, bergerak dan menari kreasi. Gladi bersih event Jawa Menari ini sudah menarik masyarakat sekitar, karena kehadiran para ekspatriat tersebut.

 

Hanan memaparkan, acara yang dihadiri oleh delegasi kebudayaan dari 12 negara ini, bakal menyajikan koreografi dari para master. Para peserta delegasi kebudayaan itu, akan menarikan tarian Jawa di atas panggung. Menurut Hanan, ribuan penari akan hadir untuk memperingati hari tari sedunia.

 

“Kami sediakan tiga panggung tari di lapangan Kedungkandang, semuanya untuk memperingati Hari Tari sedunia. Sekalian, menutup Festival Jaran Kepang Nasdem yang sudah digelar secara tuntas,” tandas Hanan. Tak hanya delegasi luar negeri, event Jawa Menari dari Nasdem Kota Malang, juga diikuti delegasi nasional.

 

Delegasi dari Papua, Kalimantan, Sumatra serta NTT ikut menghadiri acara ini. Hanan memaparkan, peringatan hari tari sedunia digelar di lapangan Kedungkandang Jalan Ki Ageng Gribig mulai pukul 13.00 WIB. Dia menambahkan, semangat uri-uri budaya terus dikumandangkan untuk menjaga rasa cinta kepada bangsa negara.

 

“Dengan menggalakkan semangat uri-uri budaya ini, kami bisa menangkal, minimal mengimbangi pengaruh asing. Festival Jaranan maupun Jawa Menari, terbukti menarik minat anak-anak dan remaja kita. Ini memberi harapan besar terhadap keberlangsungan warisan budaya negeri ini,” tutup Hanan.(fin/aim)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA