Moncer, Bapenda Malang Selatan Raup Rp 265,2 M

  • 04-12-2018 / 12:01 WIB - Editor: Hary Santoso
  • Uploader:HAS
Moncer, Bapenda Malang Selatan Raup Rp 265,2 M LINCAH: Progam Jelita menggunakan motor trail melayani wajib pajak hingga ke pelosok desa di Malang Selatan. (dok Bapenda)

MALANG - Prestasi moncer dibukukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jatim UPTD Malang Selatan. Hal ini tergambar dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diraupnya, hingga akhir Nopember 2018.

‘’Target pendapatan tahun 2018 sudah terlampui. Padahal masih ada sisa satu bulan lagi sebelum tutup tahun,’’ tandas Tri Sosialis Dianto, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Malang Selatan kepada MP di kantornya, Selasa pagi.

Pemprov Jatim, tahun 2018, mematok target PAD dari UPTD Malang Selatan sebesar Rp 252,2 miliar. Tetapi, pada Nopember 2018, target itu sudah terlampui hingga Rp 265,2 miliar. Atau naik sebesar 105,18 persen.

‘’Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat. Khususnya masyarakat Malang Selatan yang telah memenuhi kewajibannya sebagai Wajib Pajak,’’ tukas Anto, begitu biasa dipanggil , yang baru enam bulan menjabat UPTD Malang Selatan.

Dirinci Anto, pundi-pundi pendapatan terbesar didominasi PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang mencapai Rp 159,7 miliar. Atau naik 107,27 persen dibanding target yang sebesar Rp 148,9 miliar.

Capaian pendapat terbesar kedua disokong BBNKB (Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor) yang mencapai Rp 99,4 miliar. Atau naik 101,99 persen dibanding target yang hanya Rp 97,5 miliar.

‘’Selebihnya pendapatan dari pos lainnya. Seperti PAP, RJU dan denda. Dan semua ini hasil kerja keras dan kerja bareng teman-teman di sini (UPT Malang Selatan,’’ rinci Anto, yang sebelumnya menjabat kepala Bapenda UPTD Surabaya Selatan ini.

Tentang kinerja tahun 2019, Anto menyebutkan, akan terus mengoptimalkan potensi yang ada. Diantaranya optimalisasi piutang yang mencapai Rp 12 miliar lebih. Selain itu progam Jelita (Jelajah Lintas Desa) bakal ditambah armadanya.

‘’Progam Jelita adalah progam mendatangi masyarakat di pelosok-pelosok Malang Selatan. Dengan mendatangi wajib pajak, maka biaya operasional masyarakat menjadi berkurang,’’ pungkasnya meyakinkan. (has)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA