Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Layani Pesanan Mancanegara

  • 05-12-2018 / 00:12 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:hargodd
Dulu Dipandang  Sebelah Mata, Kini Layani Pesanan Mancanegara Kharisma Christianto alias Jion berpose dengan salah satu produk andalannya. (ist)

Siapa sangka, bisnis clothing ternyata menjadi hal yang sangat menjanjikan di tengah kondisi ekonomi yang serba sulit. Seperti yang dialami oleh Noij Store. Dengan tangan kreatif sang owner, yakni Kharisma Christianto atau yang akrab disapa Jion, brand yang mulanya dipandang sebelah mata, justru bisa mengirim permintaan kaos hingga mancanegara.

Noij Store terletak di kawasan Perumahan Bumi Mondoroko Raya, Kabupaten Malang.

Di dalam store, ada berbagai macam jersey yang berjejer dan dijual. Berdekatan dengan beberapa komputer sebagai sarana yang digunakan untuk desain baju. Di sudut lainnya ada alat cetak berukuran besar berjumlah dua buah.

Menurut Jion, awal mula bisnis konveksinya itu, dimulai dengan jatuh bangun. “Sekitar tahun 2010, saya memutuskan untuk berjualan baju dan jersey impor. Bukan merek sendiri tapi beli impor dari orang lain. Awalnya mulai dari situ,” terang dia.

Pria berusia 27 tahun tersebut mengungkapkan, bisnis tersebut dibangun ketika ia menempuh kuliah di Telkom, Bandung dengan jurusan Teknik Informatika. “Kemudian, saya pulang ke Malang untuk jualan baju itu,” kata dia.

Kemudian, sekitar tahun 2013, kata Jion, saat itu persaingan pasar untuk berbagai baju jersey sudah mulai banyak dan harganya pun sangat bersaing ketat. “Dari situ, saya kepikiran untuk memproduksi sendiri. Apalagi, dulu saya jualan juga dengan nama Noij, sekalian saja saya jadikan brand,” jelas pria berkacamata ini.

Mulanya, Jion membuka konveksi untuk segala jenis pakaian. Mulai dari kaos hingga baju kemeja polo. “Kemudian, sekitar tahun 2016, saya baru terpikir untuk membuat jersey. Tanpa disadari, bidang olahraga ini banyak massa dan membutuhkan banyak kaos, baik untuk komunitas fans club maupun kelompok futsal,” jelas ayah satu anak ini.

Ketika awal mula membangun brand, Jion mengaku semua orang memandang sebelah mata. “Nggak ada yang mau pakai brand saya,” ujar dia sambil sedikit memelas.

Namun, hal tersebut tak membuat Jion untuk menyerah begitu saja. Dengan telaten dan tekun, ia mulai mendekati beberapa klub futsal. Tak lama, gayung pun bersambut, ia dipercaya untuk membuat jersey tim futsal Kamiada, yang berasal dari Bekasi.

“Kemudian, ada juga tim futsal BTS yang berasal dari Surabaya yang juga ikut pesan,” aku Jion.

Sejak saat itulah, produk jersey Jion mulai banyak dikenal orang. Hingga pada suau hari, tim dari Perseru Serui menghubunginya. “Ketika itu, Perseru Serui hendak tanding

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA