Musrenbang Tuntas Percepat Kota Bermartabat

  • 05-12-2018 / 00:25 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:hargodd
Musrenbang Tuntas Percepat Kota Bermartabat Narasumber dari FIA UB Oscar Radyan Dhanar M.AP,PhD, Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso ST MT dan Kabid Perencanaan dan Pelaporan Arief Zubaidy SE M.Si di rapat pleno Musrenbang Kota Malang, kemarin. (Guest gesang/malang post )

MALANG- Pleno Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Malang, Selasa (4/12) kemarin membahas detail visi dan misi Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji-Wawali Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko. Kegiatan yang digelar di Hotel Aria Gajayana itu jadi forum eksplore   gagasan untuk mewujudkan Kota Malang sebagai kota bermartabat.

Peserta musrenbang dari lintas organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi hingga komunitas itu serius membahas empat tema penting sesuai misi wali kota-wawali.

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT berharap menghasilkan output berupa rencana program nyata dan strategis sesuai misi utama pembangunan Kota Malang.

“Dengan menitikberatkan pengentasan polemik yang ada. Kini kita sudah merasakan fenomena kota-kota metropolis yakni kemacetan, banjir sampai sampah. Jika saat ini tidak dipikirkan secara matang, maka beberapa tahun mendatang kita tidak bisa bendung,” jelas Erik.

Misi Wali Kota Malang Sutiaji saat ini merujuk pada pembagunan, tata kelola pemerintahan, sosial, kesehatan, pendidikan, infrastruktur hingga perekonomian. Diharapkan dalam lima tahun kedepan Kota Malang sudah menunjukkan idealnya kota yang diimpikan.

“Mewujudkan kota halal, kreatif, kota cerdas, kota heritage dan lainnya. Ini yang menjadi fokus kerja pembangunan kita kedepan,” tegas Erik.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Musrenbang pada tahun-tahun men­datang  akan mendapat pen­dampingan dari fasilitator. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih paham terkait arah dan perencanaan pembangunan Kota Malang.

Termasuk mengkreasikan cara menemukan solusi yang tepat dalam setiap permasalahan yang dihadapi.

Dikatakannya pula Musrenbang RPJMD Kota Malang ini merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan RPJMD Kota Malang. Selain itu menjadi implementasi atas pendekatan partisipatif secara top down dan bottom up.

“Karena ini saatnya kita bersama menggali dan mendapatkan masukan dari segenap stakeholder. Di antaranya DPRD yang merupakan mitra kerja utama pemerintah daerah, instansi pemerintahan baik pusat maupun provinsi, akademisi yang direpresentasikan oleh perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas dan organisasi kemasyarakatan, serta media massa,” paparnya.

Hasil kesepakatan di pleno kemarin akan dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Hasil Musrenbang. Sehingga menjadi pertimbangan dalam penyempurnaan Rancangan RPJMD menjadi rancangan akhir RPJMD yang akan disampaikan  wali kota kepada dewan untuk dilakukan pembahasan.

Nantinya, dokumen RPJMD yang telah ditetapkan menjadi pedoman dalam perencanaan pembangunan Kota Malang selama lima tahun mendatang. “Pada tahun 2019, APBD sudah disahkan. Maka pembangunan akan sesuai dengan yang direncanakan. Kemudian pada tahun 2020 akan masuk pada

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA