Investor Cermati Anggaran Uni Eropa, Rupiah Rawan Melemah Lagi

  • 06-12-2018 / 09:00 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
Investor Cermati Anggaran Uni Eropa, Rupiah Rawan Melemah Lagi Mata uang Rupiah dan Dolar Amerika (Derry Ridwansyah/JPC)

JAKARTA - Perdagangan nilai mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana pelemahan USD belum dapat dimanfaatkan Rupiah untuk kembali menguat.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, di sisi lain, mulai menguatnya laju USD dengan memanfaatkan pelemahan Euro setelah pelaku pasar kembali mencermati perkembangan pembahasan anggaran Italia dengan Uni Eropa, tentunya dapat kembali menjadi sentimen negatif bagi Rupiah.

“Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.450-14.390.  Diharapkan pelemahan Rupiah dapat lebih terbatas dan waspadai adanya potensi pelemahan kembali,” ujarnya Kamis (6/12).

Reza menjelaskan, pergerakan Rupiah kembali melanjutkan pelemahannya. Laju USD yang mulai mengalami peningkatan setelah pelaku pasar memanfaatkan pelemahan sebelumnya sejak diberitakannya rencana pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi untuk membahas kesepakatan dagang diantara keduanya.

“Sejumlah mata uang Asia kembali mengalami pelemahan sehingga berimbas negatif pada Rupiah,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjutnya, adanya catatan Kementerian Keuangan, jumlah anggaran yang tidak terbelanjakan mencapai lebih dari Rp 70 triliun setiap tahunnya selama 10 tahun terakhir turut direspon negatif. Akibatnya Rupiah melanjutkan pelemahannya.

“Minimnya sentimen dan telah berlalunya sentimen positif dari internal makroekonomi Indonesia membuat pelaku pasar berbalik mencermati USD,” tandasnya.(mys/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA