Kisah Manula yang Biayai Anak Sekolah Lewat Curanmor

  • 06-12-2018 / 13:55 WIB - Editor: buari
Kisah Manula yang Biayai Anak Sekolah Lewat Curanmor Udin Nur (duduk kanan) saat dimintai keterangan penyidik Polsek Samarinda Seberang, kemarin. Dia kembali dibekuk setelah terbukti mencuri dua motor. (Dwi Restu/Kaltim Post/JPG)

SAMARINDA - Pria lanjut usia bernama Udin Nur keliling bersama rekannya malam itu. Warga yang bermukim di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang itu, kepincut dengan Yamaha Mio Soul GT yang terparkir dalam keadaan terkunci.

Demi melanjutkan napas dan melihat anaknya bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik, motor yang parkir di Jalan La Madu Kelleng, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, itu berhasil dibawa kabur, Selasa (4/12). Polisi lantas meringkus pria 60 tahun itu tak jauh dari kediamannya.

Dengan mata berkaca-kaca, dia bercerita ke penyidik. “Terpaksa dan saya harus kembali melakukannya,” ujar Udin. Dinginnya lantai penjara 2013 silam, tampaknya tak membuat dia jera dengan kasus yang sama. “Pak, kalau sudah pernah mencuri, dan peralatan untuk mencuri sudah disiapkan, berarti profesional,” ujar Kanit Reskrim Polsek Samarinda Seberang Iptu Dedy Setiawan.

Ditangkapnya pria yang sudah memiliki lima cucu itu, rupanya sudah diintai petugas lebih dulu. Pasalnya, sebelum mencuri motor Yamaha Mio Soul GT, 10 hari sebelumnya, Udin juga menggasak Honda Vario. “Makanya tahu dia ada di kediamannya, langsung tangkap,” sambung perwira balok dua itu. Sementara itu, motor pertama yang dicuri, berhasil dia bawa kabur sampai ke Banjarmasin, Kalsel. Dijual seharga Rp 2,3 juta.

Udin mengaku tak ingin kembali mencuri. “Sebelum curi Mio, saya dihubungi teman saya,” ujar Udin. “Dia (rekannya) paksa, dan saat itu memang sedang tidak memegang banyak uang,” tambahnya.     

“Ayo, kita cari (mencuri),” sambungnya menirukan percakapan dengan rekannya. Bahkan, pencarian target-target motor untuk dicuri sampai mengarah ke jalan menuju Balikpapan. Desakan biaya sekolah anak, dan kebutuhan dapur, membuatnya tak bisa mengelak dari ajakan buruk itu. Sementara Udin dibekuk, anggota yang lain sedang memburu rekan pelaku.

Barang bukti berupa dua kunci T yang digunakan untuk mencuri, bersama satu unit kendaraan, cukup untuk polisi menyeret manula itu kembali mendekam di penjara. Impitan ekonomi, membuatnya tak berdaya. “Bapak seperti ini sama saja menambah beban keluarga,” tutur Dedy.

Suka tidak suka, lantaran perkara hukum, membuat polisi terpaksa memenjarakan Udin, meski usianya sudah lanjut. “Ini pidana, saya saja kasihan. Tapi sudah diatur dalam undang-undang (UU),” tegas Dedy.(fab/jpg/JPC/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA