Kesenian Jaranan Ternyata Kurang Dapat Perhatian....

  • 29-04-2018 / 12:42 WIB - Editor: buari
  • Uploader:buari
  • dibaca:372
Kesenian Jaranan Ternyata Kurang Dapat Perhatian.... Kesenian Reog ketika tampil dalam parade dan deklarasi Jaranan se-Malang Raya. (Agung Priyo/MP)


MALANG - Sebanyak 58 grup kesenian Jaranan (Kuda Lumping) se-Malang Raya, tampil di halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang siang ini. Mereka secara bergantian menampilkan kreatifitas bermain Kuda Lumping, di hadapan ribuan penonton, dalam acara Parade dan Deklarasi Jaranan.

"Kegiatan tidak lain untuk merayakan Hari Tari se-dunia. Sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan kesenian budaya Jaranan ini," ungkap Ratmoko, Ketua Panitia Penyelenggara Parade dan Deklarasi Jaranan.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai pembinaan terhadap pelaku seni Jaranan se-Malang Raya. Harapannya supaya kedepannya, pagelaran Jaranan ini bisa tampil dan menunjukkan kreatifitasnya yang bermartabat di hadapan siapapun.

"Dengan pembinaan ini, maka wawasan, ucapan, perilaku dan sikap pelaku Jaranan harus menggambarkan kelebihan-kelebihan kesenian yang memuat nilai kebenaran, keindahan dan keluhuran," ujarnya.

Tidak hanya itu, dengan parade dan deklarasi ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Malang, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bisa memasukkan kesenian Jaranan dalam muatan lokal yang harus terus dilestarikan. Karena banyak sekali grup kesenian Jaranan di Malang Raya, terutama Kabupaten Malang. Bahkan generasinya pun sudah mulai banyak muncul anak-anak yang usianya masih balita.

"Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah. Karena selama ini, pemerintah masih kurang begitu tanggap dengan keberadaan kesenian Jaranan ini," tuturnya.(agp/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA