Hampir Rp 1 Miliar Hangus

  • 31-12-2018 / 21:57 WIB - Editor: vandri battu
  • Uploader:abdi
Hampir Rp 1 Miliar Hangus PESTA: Pesta kembang api di berbagai tempat di Kota Batu tadi malam menggerakan perputaran uang yang ada dimasyarakat. (ipunk purwanto/mp online)

Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru di Kota Batu

BATU-Pesta kembang api yang digelar di berbagai tempat di Kota Batu tadi malam menggerakan perputaran uang. Jika dihitung rata-rata, transaksi jual beli kembang api dan petasan menembus angka Rp 750 juta, bahkan bisa saja hampir mencapai Rp 1 miliar.

Kembang api yang dibeli warga di sejumlah tempat di Kota Batu itu langsung dibakar habis tadi malam. Semuanya menyala di langit kota wisata ini jelang melepas tahun 2018 hingga  momen pergantian tahun.

Pesta kembang api berlangsung di berbagai tempat. Mulai dari hotel dan tempat hiburan seperti Klub Bunga, Hotel Purnama, Agrokusuma Hotel dan Selecta hingga perkampungan warga. Pantauan Malang Post, kembang api dan petasan yang dijual warga di jalan protokol dan berbagai tempat di Kota Batu diborong pembeli yang didominasi wisatawan. Lokasinya di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Sultan Agung, Jalan  Imam Bonjol, hingga Jalan Gajah Mada. Selain itu di beberapa titik keramaian seperti tempat wisata dan Alun-Alun Kota Batu.

Jika dihitung rata-rata, total nilai transaksi jual beli kembang api dan  yang dinyalakan menembus Rp 750 juta. Ini dihitung dari pendataan Malang Post yang mencatat sekitar 9.000 kembang api jenis  roman candle terjual lalu dinyalakan. Harga kembang api tersebut,  berkisar antara  Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu. Harga rata-ratanya sekitar Rp 80 ribu sesuai ukuran standar. Karena itu jika ditotal mencapai Rp 720 juta.

Berdasarkan penelusuran, kebanyakan pedagang menghabiskan sekitar tiga hingga lima karton kembang api khusus untuk jenis roman candle. Untuk diketahui, setiap satu karton berisi 36 roman candle.Per jenis roman candle memiliki berat 1,9 gram ukuran lubang kurang dari dua dim. Sementara untuk ukuran lebih dari dua dim dilarang polisi.

Pardi, salah satu pedagang kembang api dari Dusun Pager Gunung, Desa Gunungsari, Bumiaji menjual kembang api di mobil pick up di Jalan Diponegoro. Mobilnya dipenuhi beragam jenis kembang api. Mulai dari sparkles, firecrakckers, smoke bomb, air mancur, roman candle atau kembang api stik.

"Yang paling dicari pembeli jenis roman candle. Bentuknya seperti tabung panjang yang berisi beberapa kembang api,” kata pedagang yang berjualan kembang api sejak tahun 1991 ini.

Ia menjelaskan, sekali belanja kembang api merogoh dana sampai Rp 50 juta. Jika kembang api yang

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT