Tsunami, Gempa, dan Likuifaksi-Pelajaran Tak Henti-Henti untuk Bangsa yang Nggak Ngerti-Ngerti

  • 01-01-2019 / 14:20 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:slatem
Tsunami, Gempa, dan Likuifaksi-Pelajaran Tak Henti-Henti untuk Bangsa yang Nggak Ngerti-Ngerti

CATATAN AKHIR TAHUN: Andang Bachtiar, GEOLOGIST MERDEKA

 

Apakah selama ini rezim2 pemerintahan kita sudah "melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia" dr bencana gempa bumi, tsunami, likuifaksi, letusan gunung api, banjir dan longsor dan kebakaran .. seperti diamanatkan di pembukaan UUD45 di atas?

BELUM!!

Kita hanya sibuk tergopoh2 menyelamatkan yg selamat, mengevakuasi yg mati, mengobati yg luka dan merehabilitasi infrastruktur yg hancur rusak karena bencana. Rezim-rezim pemerintahan kita selama ini GAK BEGITU SERIUS, GAK BEGITU PEDULI, CENDERUNG ABAI dg MITIGASI dalam rangka melindungi segenap bangsa Indonesia dr ANCAMAN/POTENSI bencana!!

Buktinya: Peringatan Prof Katili tahun 1970 supaya Palu tidak dijadikan ibukota / pusat pertumbuhan karena potensi bahaya gempa patahan Palu-Koro-nyapun tidak ditindak-lanjuti.  Sampai akhirnya kejadian Gempa-Taunami Palu 2018 kmrn itu memakan korban 1000-an lebih nyawa melayang dan milyaran-triliunan rupiah infrastruktur rusak-hancur berantakan. Jelas terlihat: kita tidak melindungi segenap kehidupan rakyat Palu dan sekitarnya karena mengabaikan rekomendasi / usulan dr Prof Katili itu.

Ada lagi! Peta Potensi Bahaya Liquifaksi di Palu yang dibikin 2012 oleh lembaga pemerintahan sendiripun (Badan Geologi) tidak dipakai sbg acuan untuk mengatur tata ruang disitu. Tidak ada program mitigasi lanjutannya. Tidak ada penegakan aturan pembuatan bangunan yg disesuaikan dg kondisi tektonik aktif daerah tsb. Tidak dibikin pelatihan2 massal ke masyarakat untuk menyelamatkan diri kalau ada bencana. Akibatnya ketika sdh terjadi kejadian gempa tsunaminya: ribuan nyawa melayang, milyaran - triliunan harta benda, rumah dan infrastruktur hilang dan hancur berantakan. Nah, apalagi istilah yg dapat diberikan untuk respon pemerintah (pusat maupun daerah) atas PETA ZONASI BAHAYA LIQUIFAKSI yg resmi dibikin pemerintah sendiri tapi nggak pernah diimplementasi sampai terjadi bencana dan banyak korban begini kalau bukan ABAI, NGGAK PEDULI, DAN SALAH LANGKAH ANTISIPASI??? Sekali lagi: jelas terlihat: pemerintah kita belum melindungi segenap kehidupan bangsa - rakyat Palu dan sekitarnya dengan tdk menindaklanjuti peta likuifaksi tersebut.

Dan yg akhir tahun ini sedang berlangsung: ancaman terjangan tsunami di Selat Sunda-pun menjadi kenyataan 22 Desember 2018 yg lalu. Itupun dg kemungkinan masih ada lagi “susulan”nya di hari-hari mendatang: tergantung dari ketepatan prediksi tentang ada/tiada-nya material2 volkanik Anak Krakatau yg masih bisa longsor ke lut dalam jumlah besar, meskipun katanya HARI INI 31 Desember 2018 sdh mulai reda batuk2nya. Korban nyawa

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT