RSA Malang Tidak Mungkin Putus PKS Dengan BPJS

  • 04-01-2019 / 11:00 WIB - Editor: Hary Santoso
  • Uploader:HAS
RSA Malang Tidak Mungkin Putus PKS Dengan BPJS Restu Kurnia memastikan pelayanan BPJS untuk masyarakat terus dilakukan RSA Malang. (HARY SANTOSO/MPonline)

MALANG – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSA) Malang, tetap akan kerjasama dengan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS). Sebagai rumah sakit plat merah, RSA Malang tidak mungkin putus Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan BPJS.

‘’Tidak mungkin. Kerjasama dengan BPJS ada Keppres (Keputusan Presiden)-nya,’’ tandas dr Restu Kurnia Tjahjani M.Kes, Direktur RSA Malang di Surabaya, Jumat pagi.

Disebutkan Restu, RSA memiliki kewajiban membantu dan mendukung progam kesehatan yang diselenggarakn pemerintah. Baik pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat. Dan salah satu progam pemerintah itu diwujudkan melalui progam BPJS.

‘’Dengan alasan apapun tidak bisa putus PKS. Apalagi selama ini hubungan kita dengan BPJS sangat baik-baik saja,’’ kila Restu yang mantan Direktur RS Haji Surabaya ini.

Pembayaran klaim BPJS, papar Restu, memang tidak bisa langsung. Artinya, bukti tindakan medis RSA tidak bisa sekaligus bisa dibayarkan BPJS. Karena, BPJS memerlukan waktu untuk melakukan pencocokan atau klarifikasi.

‘’Bahwa kemudian ada persoalan keuangan di RSA akibat BPJS lambat bayar klaim, kita tinggal sampaikan ke pemerintah. Tidak boleh karena bayarnya BPJS lambat lalu putus PKS. Tidak bisa begitu,’’ pungkasnya meyakinkan.

Data yang dihimpun malangpostonline.com menunjukkan, sedikitnya 12 RS di Jatim rawan putus PKS dengan BPJS. Dan diantara ke 12 RS itu 4 RS diantaranya ada di Malang. Yaitu RSUD Lawang, RSJ Lawang, RSIA Puri Malang dan RSUS Kanjuruhan. (has)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT