Mau Biji Kopi dengan Harga Murah? Dapatkan di Sini

  • 07-01-2019 / 18:46 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
Mau Biji Kopi dengan Harga Murah? Dapatkan di Sini Kedai kopi  Malang Raya berburu kopi di Pasar Kopi Jilid ketiga.(IST)

MALANG - Pasar Kopi kembali digelar di Omah Wiji Kawih mulai Senin (7/1) hari ini hingga 7 Februari mendatang. Jilid ketiga acara ini melibatkan 9 petani Malang Raya dengan dua jenis kopi unggulan yakni Robusta dan Arabika.

Panitia Pasar Kopi, Dzikri Arief Waskito, mengungkapkan, pasar kopi kali ini diselenggarakan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Terutama dalam sistem pembelian dan ketersediaan biji kopi.

"Kami ada dua jenis kopi tersedia yakni Robusta dan Arabika yang kami datangkan langsung dari para petani di Malang Raya Dampit, Sumber Manjung wetan (sumawe). Boro gragal (borga), Songgoriti dan sebagainya," ungkap Waskito, sapaan akrabnya.

Di hari pertama pembukaan Pasar Kopi ini stok biji kopi yang disediakan lebih dari 4 kwintal. Dengan tiga pilihan perlakuan pasca panen yakni natural, natural wine, dan full wash.

Menariknya, di Pasar Kopi ini customer tidak hanya bisa membeli namun juga bisa langsung berinteraksi dengan petani. Selain itu juga, pelaku kopi di Malang Raya akan mendapatkan harga jauh lebih murah yakni kisaran Rp 43 ribu hingga Rp 79 ribu per kilogramnya. Sementara untuk customer dari kedai di luar Malang Raya harga yang ditawarkan berbeda yakni mulai Rp 36 ribu hingga Rp 83 ribu.

"Hari pertama ini antusiasme sudah cukup banyak, kurang lebih 8 kedai kopi di Kota Malang, berdasarkan tahun lalu pembeli juga banyak dari luar kota seperti Surabaya dan Jakarta," terangnya.

Arabika Trawas menjadi jenis paling digemari para pelaku kopi di Malang meski dari segi harga paling mahal dibandingkan dengan lainnya. Pasalnya selain menggunakan perlakuan pasca panen full wash berpengaruh terhadap cita rasa yang dihasilkan.

Disisi lain, saat ini banyak kedai yang menggunakan jenis Arabika. Tak ayal apabila Arabika Trawas mendominasi penjualan Pasar Kopi hari pertama.

"Menurut saya pribadi bisa dikatakan cita rasa Arabika Trawas lebih clean dan asam perpaduan rasanya lebih enak dan pas," tegas mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya (UB) ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan diselenggarakannya Pasar Kopi adalah untuk membantu petani lokal  Malang Raya untuk memasarkan produknya. Tentunya dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga di tengkulak.

"Ini salah satu cara kami dari Omah Wiji Kawih dan Keluarga Rebak Kedaulatan dalam membantu para petani di Malang Raya," pungkasnya.

Pendampingan kepada para petani juga dilakukan terutama para

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT