40 Persen Captive Market Asean Ada di Indonesia

  • 08-01-2019 / 15:38 WIB - Editor: Hary Santoso
  • Uploader:HAS
40 Persen Captive Market Asean Ada di Indonesia OUTLOOK 2019: Pakde Karwo serius bincang soal ekonomi Jatim dengan Menkeu Sri Muljani di Jakarta, Selasa siang. (dok-humasprov)

 

 

JAKARTA - Kerjasama antar daerah mampu mengoptimalkan potensi daerah dalam peningkatan daya saing perekonomian Indonesia. Apalagi 40 persen captive market ASEAN berada di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo, saat menjadi narasumber Talkshow Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pasific Place Jakarta, Selasa (8/1).

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, pasar domestik bisa dijadikan langkah awal peningkatan kerjasama antar daerah. Kemudian dilanjut memperkuat basis industri pengolahan di berbagai pulau serta dukungan SDM ke daerah lain.

‘’Kerjasama antar daerah bisa mengurangi beban. Jatim memiliki 26 kantor perwakilan dagang (KPD) di 26 provinsi. Dan sangat membantu meningkatkan kerjasama antar daerah,’’ ujar peraih gelar Honoris Causa Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Sebagai contoh, Pakde Karwo menunjuk kerjasama dengan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Propinisi termuda di Indonesia ini membeli bawang putih dari Jatim senilai Rp 980 juta per bulan.

‘’Tidak hanya bawang saja. Kami, Jatim juga mengirim tenaga kerja petani ke kabupaten Bulungan,’’ rincinya di depan peserta talkshow yang juga dihadiri Menkeu Sri Mulyani dan Kemenko Darmin Nasution.

Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla, menyampaikan tiga komponen penting dalam persaingan global. Antara lain tentang kecepatan, murah serta hasil produksi yang baik. Dan salah satu negara yang memenuhi semua persyaratan tersebut adalah Cina.

‘’Ketiga komponen daya saing tersebut telah dipenuhi Cina. Lebih baik, lebih cepat dan lebih murah,’’ kata Wapres Jusuf Kalla. (has)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT