Gembleng Karakter Kritis, Kreatif, Kolaboratif dan Komunikatif

  • 09-01-2019 / 08:49 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:irawan
Gembleng Karakter Kritis, Kreatif, Kolaboratif dan Komunikatif EKSPERIMEN : Pembelajaran berbasis Projeck Based Learning menjadi sistem belajar yang menyenangkan bagi siswa.

KEPALA SMA Islam Sabilillah Boarding School, Luqman, M. Pd mengungkapkan, siswa-siswi SMAIS merupakan calon pemimpin di masa yang akan datang. Lima belas tahun ke depan mereka memegang tonggak kepemimpinan. Oleh karena itu, SMA Islam Sabilillah berupaya mempersiapkan sejak saat ini calon pemimpin bangsa yang kredibel dan berkompeten.

"Kalau tidak kita siapkan dari sekarang maka mereka tidak akan bisa berbuat banyak dan malah menjadi beban negara," ucapnya.

Belum lagi kata dia, persaingan di era global semakin ketat. Hanya mereka yang berkompeten yang mampu bersaing di sektor-sektor strategis.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Luqman menjelaskan, SMAIS menerapkan pola keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam proses pembelajaran.

"Pertama guru kita latih untuk terus mengimplementasikan sistem tersebut. Penekanannya pada sistem analisis dengan meminimalisir pengulangan dan hafalan," ujar Luqman.

Ia menambahkan, sudah dua tahun SMAIS mengimplementasikan konsep Four Cs (critical, creativity thinking, communication and collaboration). Konsep tersebut diterapkan dengan berbasis Project Based Learning (PJBL).

Luqman menjelaskan, muatan pertama 4Cs yaitu Critical. Menurutnya, menjadi pemimpin harus mempunyai sikap yang kritis. Salah satu indikatornya tidak gampang percaya pada satu sumber saja.

"Sehingga kalau ada satu berita mereka akan mencari sumber berita yang lain untuk mengetahui kebenarannya," kata dia.

Menumbuhkan sikap kritis bisa dilakukan melalui proses pembelajaran. Siswa membuat analisa tidak hanya dari satu referensi, tetapi banyak referensi. Dengan pendekatan PJBL yang selama ini dilakukan oleh SMAIS dapat mengintegrasikan seluruh muatan 4Cs dalam pembelajaran. Kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.

"Dalam bereksperimen siswa perlu kreatif. Mereka juga perlu berkolaborasi karena tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan sendiri," terangnya.

Dalam PJBL Siswa melakukan eksperimen untuk membuat sebuah karya. Baik berupa aplikasi maupun instrumen. "Adapun komunikasinya kita latih saat siswa presentasi," ucap Luqman.

Menurutnya, yang diutamakan dalam proses pembelajaran melalui PJBL adalah proses berpikir.

"Kalau karya tidak jadi tidak masalah, yang peting proses berpikirnya. Di era revolusi industri 4.0 siswa kami tidak boleh menjadi follower tetapi harus jadi start up," pungkasnya. (imm/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT