BNPB Latih Siswa Tanggap Bencana

  • 09-01-2019 / 08:51 WIB - Editor: rosida
  • Uploader:irawan
BNPB Latih Siswa Tanggap Bencana PEDULI : Suasana tegang menyelimuti siswa SMAI Sabilillah saat kegiatan simulasi bencana.

MALANG - Sabtu lalu, situasi di SMA Islam Sabilillah Malang berubah mencekam. Banyak siswa yang bergelimpangan dengan darah mengucur dari kepala dan lengan mereka. Bahkan tak sedikit yang mengalami patah tulang akibat tertimpa tembok bangunan sekolah yang roboh.

Mobil ambulan terlihat mondar mandir keluar masuk sekolah untuk mengevakuasi para korban reruntuhan. Teriakan para siswa yang panik dan ketakutan membuat situasi semakin mencekam. "Tolong...tolong...," seru siswa yang menjadi korban.

Tim evakuasi yang datang memberikan bantuan tampak sibuk. Ada yang mengobati, memboyong dan menggotong korban dengan tandu untuk masuk ambulan. Bunyi sirene yang tak berhenti semakin membuat suasana tegang.

Sementara di sisi lain sebagian ada yang mencari tempat berlindung. Ada yang di bawah bangku, berlindung di balik tembok dan sebagainya.  

Setidaknya itulah suasana saat siswa-siswi SMA Islam Sabilillah Malang tengah mengikuti kegiatan simulasi bencana alam. Bersama Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), para siswa dilatih bagaimana menghadapi situasi mencekam saat bencana gempa terjadi.

"Jangan panik, agar kita bisa mengambil keputusan yang tepat saat situasi mencekam," ucap Endik PU, pembina simulasi.

Sebelum simulasi dimulai, ia menjelaskan, saat terjadi gempa sikap yang tepat untuk menyelamatkan diri yaitu berlindung di bawah meja, menjauhi kaca, ke sudut tembok dan saat guncangan berhenti segera keluar ruangan.

"Yang pertama kita lindungi bagian kepala. Dengan berlindung di bawah meja kita meminimalisir terkenan reruntuhan," terangnya.

Kaca juga merupakan bahan yang gampang membuat tubuh terluka. Pecahan kaca sangat berbahaya saat terjadi tubrukan. "Untuk itu langkah selanjutnya jauhi kaca," tambahnya.

Waka Kesiswaan dan Humas SMA Islam Sabilillah Malang, Agus Budiono, S.Pd mengatakan kegiatan simulasi bencana alam bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dirgantara Recue.

"Kita undang mereka untuk melatih anak-anak dalam menghadapi bencana alam," ucapnya pada Malang Post.

Menurut Agus, simulasi tersebut sangat penting dilakukan. Karena akhir-akhir ini sering terjadi bencana. "Ini sebagai bekal pengalaman bagi siswa untuk bersikap yang benar saat terjadi gempa. Sehingga tidak panik dan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk menyelematkan diri," imbuhnya. (imm/oci)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT