Terintegrasi, Lulus SNMPTN Tidak Bisa Beralih Ke SBMPTN

Terintegrasi, Lulus SNMPTN Tidak Bisa Beralih Ke SBMPTN Foto: Istimewa

MALANG- Seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bisa melalui tiga jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, yaitu SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Namun, perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa mulai tahun ini aturan tegas telah diberlakukan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai penyelenggara.

Wakil Rektor 1 Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Ed,. M.Si   mengatakan, peserta yang dinyatakan lulus SNMPTN tidak diterima atau tidak diperbolehkan mengikuti SBMPTN. Data yang dientry saat pendaftaran SNMPTN otomatis masuk ke data SBMPTN.  Artinya, siswa yang lulus SNMPTN tidak bisa kembali mendaftar untuk SBMPTN. Kecuali yang bersangkutan tidak lulus SNMPTN. "Dan mereka tidak usah mengentry data lagi untuk pendaftaran  SBMPTN, sebab datanya sudah ada," ujar dia.

Dikatakann, hal tersebut terjadi karena status dari LTMPT itu yang secara kelembagaan bersifat permanen. Artinya manajemen database antara SNMPTN dan SBMPTN terintegrasi. Berbeda dengan Panpus SNPMB PTN tahun sebelumnya yang belum terintegrasi. "Jadi peserta yang mendaftar di SNMPTN apabila tidak diterima dan akan mendaftar di SBMPTN tidak perlu lagi mengisi data (single entry)," jelas Eko.

Menurutnya, sistem baru yang diberlakukan tersebut ada baiknya. Mereka yang selama ini tidak konsisten dengan pilihannya akan berpikir ulang. Selama ini tidak sedikit yang sudah diterima SNMPTN tapi kemudian mengundurkan diri karena diterima SBMPTN. "Ini kan akhirnya membuang peluang. Kuota yang harusnya diisi orang lain menjadi tersia-siakan karena yang bersangkutan mengundurkan diri," tandasnya.

Oleh karena itu, kepada masyarakat khususnya calon peserta, Eko berharap untuk benar-benar serius menentukan pilihan. Termasuk kepada guru BP di sekolah yang bertugas mengarahkan siswa untuk masuk jalur seleksi PTN. "Eman kan jadinya, banyak kesempatan yang harus dipakai orang lain jadi terbuang. Karena kuota SNMPTN itu sedikit dibanding SBMPTN," pungkasnya. (imm/udi)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA