Jebol Jendela, Tagana Butuh Waktu Satu Jam Evakuasi Titi Wati

  • 11-01-2019 / 18:56 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
Jebol Jendela, Tagana Butuh Waktu Satu Jam Evakuasi Titi Wati Foto: ist/detik

PALANGKARAYA – Proses evakuasi terhadap Titi Wati dari rumahnya berlangsung cukup dramatis. Warga Jalan G Obos XXV Palangka Raya yang memiliki berat badan sekitar 350 kilogram ini berhasil dievakuasi oleh Damkar dan Tagana Kalteng untuk dibawa ke ke Rumah Sakit, Jumat (11/1).

Setelah sehari-hari dihabiskan hanya dengan tengkurap, Titi Wati dievakuasi dari rumahnya menuju mobil  dengan membutuhkan waktu hampir satu jam. Kondisi Titi yang tak bisa berjalan membuat dia harus ditandu sebanyak 20 petugas dari Damkar dan Tagana secara ekstavet.

Bahkan petugas harus melewati dua jendela yang dijebol untuk jalur evakuasi. Titi ditandu ke mobil pikap, lantaran tidak ada ambulan yang muat membawanya. Titi dibawa menuju ruang rawat inap di Ruang Adelweis RS Doris Sylvanus Palangkaraya.

 “Ada 20 orang personil yang mengangkat tandu berisi Ibu Titi saat dievakuasi dari rumahnya. Proses evakusi cukup sulit dilakukan, kita harus membongkar jendela yang cukup lebar. Lebar pintu kalah dari lebar badannya, makanya dikeluarkan lewat jendela yang sudah di bongkar," ujar Sugeng Wahono, anggota Tagana Kalteng.

Sebelum dievakuasi, tim dokter mengecek kesehatan Titi. Sedikitnya 16 dokter akan menangani Titi untuk mengurangi berat badannya. "Ibu Titi saat ini berada di ruang Edelwis. Tapi nanti jangan berprasangka habis keluar dari rumah sakit berat badan akan langsung turun. Kita berharap tindakan operasi lambung ini akan menurunkan berat badan selama sebulan turun 15-20 kilogram. Operasi lambung, volume lambung akan berkurang 50 persen," kata Wadir RSUD, dr Theodorus Sapta Atmadja.

Seperti diberitakan sebelumnya, Simpati untuk Titi Wati terus mengalir. Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng), misalnya, bakal memberikan bantuan biaya untuk warga Palangka Raya yang mengalami masalah obesitas itu.

Menurut Kepala Dinkes Kalteng Suyuti, sementara waktu akan dilakukan kunjungan dari RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya untuk pengaturan gizi dalam keseharian. "Tentu kami akan membantu karena memang ada anggaran khusus. Apalagi, Ibu Titin (Pinta Titi Wati) ini memiliki BPJS. Sedangkan lainnya akan ditanggung provinsi," katanya.

Selain Dinkes Kalteng, tim Polda Kalteng turut mengunjungi kediaman perempuan 37 tahun tersebut. Kabid Dokkes Polda Kalteng M. Haris mengatakan, kadar gula ibu satu anak itu sangat tinggi, hampir 400.

Titin mengaku memang mengharapkan uluran tangan sejumlah pihak. Edi, sang suami, disebutnya sangat menaruh perhatian. "Bahkan, suami sering memandikan saya, membantu ke toilet. Saya

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT