Pengusaha & Pedagang Butuh Distribusi Barang Lancar

  • 11-01-2019 / 23:55 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:abdi
Pengusaha & Pedagang Butuh Distribusi Barang Lancar HARUS KOMPAK: Ketua KADIN Malang Edy Wahyono (baju putih) meminta pemerintah tiga daerah di Malang Raya kompak untuk mewujudkan terminal kargo. (Guest/ MP Online)

Diskusi Malang Post Forum (3)

MALANG- Antusiasme menyambut wacana Terminal Kargo tidak hanya dirasakan pemangku kebijakan pemerintah saja. Kalangan pengusaha hingga pedagang kelas menengah pun menyambut baik wacana terminal bongkar muat ini ada di Malang.

Hal ini salah satunya terungkap dalam Diskusi “Pembangunan Terminal Kargo untuk Mengatasi Kemacetan Malang Raya” yang diselenggarakan Malang Post Rabu (9/1) lalu. Pandangan dari sisi pengusaha disampaikan pengusaha Malang, KADIN (Kamar Dagang Indonesia) hingga Paguyuban Pasar Besar Kota Malang.

Perwakilan pengusaha Malang Gunawan Wibisono menjelaskan secara personal dirinya mendukung kebijakan yang memberikan manfaat bagi Malang Raya dan memberikan kesempatan bisnis berkembang.

“Hanya saja nanti harus diikuti dengan aturan yang juga jelas dan lebih mudah. Kita pernah mengrus sesuatu tapi di perizinan lama sekali” ungkap Gunawan dalam diskusi yang diadakan di Hall Graha Malang Post.

Tidak hanya itu juga ia menegaskan jika Pemda Malang Raya dapat secara dini memikirkan kebijakan yang terintegrasi dengan wilayah satu sama lain. Pasalnya ia memiliki pandangan jika Terminal Kargo dapat juga menjadi akses bagi bisnis pengiriman barang eksport ke luar negeri.

Dengan adanya pusat bongkar muat barang maka segala sesuatu akan berpusat di sana sehingga tahap lain dari distribusi seperti eksport dapat dipermudah alurnya.

Tidak hanya Gunawan, Ketua KADIN Malang Edy Wahyono yang menyempatkan hadir dalam diskusi juga angkat bicara terkait wacana Terminal Kargo ini.

“Yang perlu diperhatikan bagi saya adalah kemacetan saja. Jangan sampai adanya terminal ini malah tambah kemacetan” tegas Edy saat diberi kesempatan melemparkan pandangannya terhada wacana terminal ini.

Menurutnya adanya Terminal Kargo memang akan memberikan pengurangan bagi kepadatan volume kendaraan di tengah. Jika lalin lancar maka orang akan senang berlama-lama di wilayah Malang sehingga peluang bisnis akan lebih besar.

Meski begitu kembali ditegaskannya, diperlukan pengelolaan yang baik nantinya untuk manajemen distribusi barang ke kota.

“Tiap bulan itu bisa lho 5.000 kendaraan baru ada di Kota Malang. Jika infrastruktur di tengah kota masih begitu saja bisa jadi tidak ada bedanya. Kalau tiga daerah kompak mengatur manajemen arus dari terminal kargo pasti akan baik. Dan lebih baik malah jika kerjasama melakukan manajemen lalinnya” tegas Edi.

Sementara itu Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Besar Kota Malang Rif’an Yasin pun mengeluarkan pendapatnya sebagai salah satu pihak yang juga membutuhkan solusi lain untuk distribusi

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT