Puting Beliung Sapu Dua Kecamatan

  • 12-01-2019 / 00:42 WIB - Editor: Bagus ary
  • Uploader:abdi
Puting Beliung Sapu Dua Kecamatan ROBOH: Tiang listrik beton roboh di Desa Sidomulyo Jabung menutup jalan utama desa tersebut, sampai pukul 19.30 listrik disekitar desa tersebut padam. (Camat Jabung Hadi Sucipto  For Malang Post)

JABUNG-Bencana angin puting beliung terjadi di dua kecamatan. Yaitu Kecamatan Pakis dan Kecamatan Jabung. Di Kecamatan Pakis, angin puting beliung menumbangkan empat pohon di Desa Pakisjajar. Sedangkan di Kecamatan Jabung, angin puting beliung memporak-porandakan enam desa. Yaitu Desa Sidomulyo, Desa Kemantren, Desa Kenongo, Desa Argosari, dan Desa Sidorejo serta Desa Sukopuro.

Camat Jabung Hadi Sucipto mengatakan, kerusakan paling parah terjadi di Desa Sidorejo. Di mana angin puting beliung ini merusak 11 rumah warga.

"Di Desa Sukopuro ada 2 rumah yang rusak. Sedangkan di Desa Kenongo anging puting beliung merusak atap gedung Bumdes. Selain itu juga ada parkir motor yang rusak, dan kandang sapi yang rusak," urainya.

Dia mengatakan rumah rusak selain atapnya terkena angin, juga rusak akibat tertimpa pohon yang tumbang. Selain itu, kata Hadi angin puting beliung yang terjadi pukul 15.00 juga menumbangkan tujuh pohon, dan merobohkan satu tiang listrik di Desa Sidomulyo. Akibatnya, hingga malam hari listrik di desa tersebut pun padam.

"Sekarang kami masih koordinasi dengan PLN untuk arus listriknya. Semoga cepat ditangani, agar listrik kembali menyala," ungkapnya.

Peristiwa angin puting beliung ini sendiri dikatakan Hadi terjadi sekitar pukul 15.00. Saat itu hujan mengguyur sangat deras dan disertai petir. "Tiba-tiba angin kencang berhembus, dan menerbangkan atap rumah warga juga menumbangkan sejumlah pohon," urainya.

Dia pun mengatakan saat angin puting beliung terjadi, warga banyak berada di dalam rumah, karena kondisi cuaca sedang hujan.

"Tapi begitu angin menimpa rumah warga, mereka panik dan kemudian keluar," tambah Hadi.

Dia juga mengatakan, suasana saat itu sempat mencekam, apalagi banyak pohon yang tumbang. Hingga pukul 16.00, setelah kondisi hujan reda, warga pun berhamburan keluar.

"Kami begitu mendapat informasi langsung mendatangi TKP. Bersama Muspika dan BPBD serta PMI, kami langsung melakukan kerja bakti," katanya.

Terutama untuk pohon yang tumbang melintang di jalan dan tiang listrik yang melintang di jalan langsung dievakuasi, agar akses jalan tetap bisa dilewati.

Sementara anggota BPBD juga langsung memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak bencana angin puting beliung. Bantuan berupa sembako tersebut diberikan setelah kerja bakti.

"Tidak ada korban jiwa, hanya materi saja," tambah Hadi.

Dia juga menyebutkan, rata-rata kerugian warga akibat angin puting beliung mencapai Rp 500 ribu.

"Kalau kerugian materinya jutaan saya, sekitar Rp 7 -  Rp 8 juta.

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT