Libatkan 40 Orang Dewasa, Begini Evakuasi Manusia Raksasa Kalimantan ke Rumah Sakit

  • 12-01-2019 / 09:40 WIB - Editor: Dita Roffal
  • Uploader:dita
Libatkan 40 Orang Dewasa, Begini Evakuasi Manusia Raksasa Kalimantan ke Rumah Sakit PLt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo saat melihat langsung kondisi Titi Wati, 37 saat akan dievakuasi ke RS dr Doris Slayvanus, Palangka Raya (DODI/RS/JPG)

Palangka raya - Permsalahan obesitas akut kembali menjadi. Kali ini terjadi di Palangka Raya. Titi Wati,37, wanita berbobot sekitar 350 kilogram akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit untuk menurunkan bobotnya yang berlebih.

Evakusi terhadap Titi betul-betul menguras tenaga dan pikiran. Strategi pengangkatan berjalan rumit hingga membutuhkan waktu 10 menit hanya untuk menuju mobil pikap dari rumahnya di warga Jalan G Obos XXV Palangka Raya. Saking beratnya, perlu sekitar 20 orang mengangkat Wati.

Total ada 40 pria dewasa yang secara bergantian mengevakuasi manusia terberat di Kalimantan Tengah itu. Tandu yang dibuat khusus dari kayu digunakan untuk mengangkat wanita beranak satu itu. Secara keseluruhan, proses evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan.

Jendela dan pintu rumah kontrakan Wati dibongkar. Selama diangkut, Wati mendapat bantuan napas dari tabung oksigen. Ada tiga tabung oksigen yang disediakan. Tangis dan haru pun terlihat saat tubuh ”raksasa” Wati digotong tim dari Tagana dan Damkar Kota, Jumat (11/1).

Komandan Regu I UPTD Damkar Kota Palangka Raya Sucipto seperti dikutip Radar Sampit (Jawa Pos Group), Sabtu (12/1) mengatakan, baru kali ini melakukan evakuasi hingga memerlukan waktu lama, rumit, dan menguras tenaga. Namun, dia bersyukur prosesnya berjalan mulus.

”Evakuasi dilakukan empat puluh personel secara bergantian hanya untuk satu orang. Ini rekor dan kami bangga bisa melaksanakan tugas dengan lancar, walaupun menguras tenaga, pikiran, bahkan strategi pengangkatan,” ungkapnya.

Sucipto mengatakan, tandu yang digunakan untuk mengangkat tubuh Wati dirancang khusus menggunakan kayu yang kuat, setengah kilo paku, enam pack roda, dan dikerjakan enam jam hingga selesai. Biaya pembuatannya menghabiskan sekitar Rp 500 ribu.

Sugeng, relawan Tagana mengatakan, bobot tubuh Wati sangat berat. Seumur hidup, baru kali ini dia mengangkat berat badan manusia seberat itu.

”Seumur-umur baru kali ini. Semoga dengan dievakuasinya bu Wati, bisa sehat kembali seperti sedia kala,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Kemitraan RSUD Doris Slyvanus Palangka Raya Theodorus Sapta Atmadja mengatakan, setelah dievakuasi, secara resmi Wati akan menjalani perawatan di rumah sakit dan langsung dipantau tim dokter yang telah dibentuk.

”Mulai hari ini (kemarin, Red) kami langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemantauan kesehatan lebih lanjut. Titi Wati kami tempatkan di ruang Edelweis tersendiri,” ujar Theodorus.

Dia menuturkan, penanganan dilakukan atas bantuan Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi. Baik

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT