Satbinmas Polres Malang Ajak Muslimat NU Tekan Kenakalan Anak

  • 12-01-2019 / 16:18 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
Satbinmas Polres Malang Ajak Muslimat NU Tekan Kenakalan Anak Satbinmas Polres Malang, ketika memberikan penyuluhan tentang kenakalan anak di era modern kepada ibu Muslimat NU. Harapannya, kenakalan anak bisa ditekan.(Agung/MP Online)

MALANG - Jumlah anak di bawah umur yang terlibat tindak kriminalitas di Kabupaten Malang, selama tahun 2018 cukup miris. Berdasarkan data Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, terdata ada 62 anak yang menjadi pelaku. Semuanya telah diproses hukum.

Menindaklanjuti fakta tersebut, Satuan Binmas Polres Malang, berupaya untuk menekan pada tahun 2019 ini. Salah satunya melalui penyuluhan tentang kenakalan anak di era modern seperti sekarang.

Seperti yang disampaikan kepada ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Malang, Sabtu (12/1) siang kemarin di kantor Muslimat NU, Desa Kebonagung, Pakisaji. Satbinmas Polres Malang, mengajak kepedulian ibu-ibu Muslimat untuk bersama-sama menjaga anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa.

"Kami sampaikan bahwa masa depan bangsa ke depan ada pada anak-anak. Karenanya dalam penyuluhan tentang kenakalan anak di era modern, mengajak bersama-sama mencetak generasi bangsa yang bermartabat, berakhlak, beriman dan bertaqwa," terang Kasat Binmas Polres Malang, AKP Sri Widyaningsih.

Disampaikan mantan Kapolsek Sumberpucung ini, bahwa 62 anak yang menjadi pelaku tindak kriminalitas tersebut, adalah berdasarkan data di UPPA selama 2018. Tidak hanya kejahatan seksual, tetapi juga tindak kriminalitas lainnya seperti narkotika dan pencurian. Sedangkan anak di bawah  umur yang menjadi korban terdata sebanyak 133 anak.

Salah satu penyebab tingginya jumlah tindak kriminalitas anak di bawah umur tersebut, dikarenakan pengaruh media sosial (Medsos) dan gadget. Banyak orangtua yang masih kurang peduli dengan pergaulan anak. Ketika anak bermain HP lama-lama, tidak ada yang menegur dan mengawasi.

"Karena itulah, kami berharap dengan penyuluhan ini, orangtua lebih peduli dan ketat dalam mengawasi anak. Karena selain pergaulan bebas, banyak anak yang terjerumus dalam dunia narkoba dan minuman keras," jelasnya.

Dikatakannya, penyuluhan seperti ini akan terus dilakukan. Tidak hanya kepada ibu-ibu Muslimat NU, tetapi juga kepada masyarakat lainnya.

"Yang hadir dalam penyuluhan perwakilan ibu Muslimat se-Kabupaten Malang. Kami harapkan, bisa disampaikan kepada masyarakat di tempat tinggalnya," paparnya.(agp)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT