Punya KTP, Pohon di Kota Malang Bisa Diketahui Sakit Ringan

  • 12-01-2019 / 17:04 WIB - Editor: buari
  • Uploader:slatem
Punya KTP, Pohon di Kota Malang Bisa Diketahui Sakit Ringan Luar biasa, inilah KTP yang dimiliki pohon-pohon di Kota Malang, bisa untuk mendeteksi kondisi kesehatan si pohon. (Sisca Angelina/MP Online)

MALANG - Sejumlah pohon di kawasan Jalan Ijen dan Jalan Dempo telah memiliki KTP. Jangan salah dulu, KTP yang dimiliki pohon-pohon ini bukan kartu tanpa penduduk, tapi Kartu Tanda Pohon.

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah memasang KTP di sejumlah pohon yang berada di kawasan tersebut. Tujuannya, agar pohon-pohon yang berada di lahan milik Pemkot Malang terdata.

Selain itu, juga sebagai bahan informasi kepada masyarakat. Pasalnya, dalam KTP itu terdapat barcode yang jika discan akan diarahkan ke sebuah situs di mana terdapat informasi tentang kondisi pohon.

Malangpostonline.com mencoba melakukan scan terhadap sebuah pohon di dekat Jl Ijen. Kemudian diarahkan ke sebuah web. Di sana, terdapat informasi mengenai nama ilmiah pohon, nama umum, bahkan hingga nama lokal.

Selain itu juga ada kondisi kesehatan pohon. Sebuah pohon Mahoni Daun Kecil yang terscan menunjukkan kalau kondisi kesehatannya itu sakit ringan dengan warna hijau muda. Dalam informasi itu juga ada tinggi pohon, diameter dan lebar tajuk. Bahkan di keterangan terakhir ada keterangan eco-benefit yang menerangkan manfaat keberadaan pohon.

Plt Kepala Disperkim Kota Malang Diah Kusumadewi mengatakan, petugas dari Disperkim sudah memasang kartu tanda pohon semenjak akhir tahun 2018. Diah mengatakan, secara bertahap, pohon-pohon yang berada di lahan milik Pemkot Malang akan diberi KTP.

“Saat ini belum terdata jumlah pohon di Kota Malang. Dengan adanya KTP ini, nanti bisa diketahui jumlah pohon. Ya secara bertahap,” ujar Diah belum lama ini. 

Ada sejumlah pohon seperti pohon palem, pohon mahoni dan pohon-pohon kecil lainnya. Kata Diah, status kesehatan pohon juga diperhatikan. Jika kondisinya kurang sehat, maka akan diberikan vitamin. 

“Ya seperti manusia begitu, kalau misal kurang sehat diberi vitamin. Kalau sudah rapuh ya ditebang,” jelasnya. Namun Disperkim belum bisa menambah KTP pada tahun 2019 ini. Direncanakan penambahan KPT dimulai kembali pada 2020.

“Kayaknya di PAK 2019 atau 2020 karena itu kayaknya kemarin tidak masuk di RKPD nya,” pungkas Diah. (ica/bua)

KOMENTAR ANDA

Berita Terkait

BACA JUGA

CATATAN

MIMBAR JUMAT