Melayani Pasien Dengan Empati, Dokter Gigi Distya Buka Praktik Sehari Dua Kali

  • 06-10-2019 / 18:21 WIB
  • Kategori:Advertorial
Melayani Pasien Dengan Empati, Dokter Gigi Distya Buka Praktik Sehari Dua Kali

MALANG - Pelayanan dan penanganan sakit gigi harus bisa mendatangkan kenyamanan bagi pasien. Dibutuhkan empati tinggi dan edukasi dari seorang dokter gigi dalam menghasilkan pelayanan memuaskan. 

Penanganan pasien gigi yang lebih ini diberikan drg Distya Ramadani (36), yang kini membuka klinik praktek mandiri di Jalan Kauman II No 20 RT.02/RW.01 Girimoyo Karangploso Kabupaten Malang. 

"Yang Saya berikan pada pasien tidak sebatas memeriksa. Tetap profesional dan all out memberikan pelayanan. Pasien juga harus dilayani dengan ramah, dengan empati dan benar-benar mendengarkan keluhan yang dialami," kata drg Distya. 

 

drg Distya Ramadani, klik link: www.doktergigi.id

 

Pelayanan dengan empati ini, katanya, mengharuskan dirinya telaten dalam melayani konsultasi pasiennya. Terlebih, banyak-banyak memberi edukasi terkait masalah gigi yang bisa jadi tidak banyak dipahami si pasien sebelumnya. 

"Memberi edukasi dan konsultasi ini tak jarang diberikan sembari memeriksa dan menangani gigi pasien. Ya, tetap harus dengan ramah sehingga pasien tetap nyaman saat ditangani," imbuh lulusan dokter Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta ini. 

drg Disita Maharani mencontohkan, banyaknya kasus pasien yang minta cabut gigi, padahal masih bisa ditangani dengan perawatan saluran akar atau ditambal.

"Ya mengedukasi pasien juga, harus banyak bertanya. Misalnya, soal sisa akar gigi. Juga tentang pemakaian dengan gigi palsu dari bahan yang kurang baik dan pas bagi pasien," ungkapnya. 

Dengan pengalaman puluhan tahun menangani pasien gigi, drg Distya Ramadani pun bertekad menjalani prakteknya dengan profesional. Dalam berpraktik, ia pun tidak cukup seperti tukang gigi atau dokter praktik di faskes pada umumnya, seperti puskesmas, dalam berpraktik. 

Klinik Dokter Gigi Distya sendiri menerima layanan dan buka dua kali, setiap pagi dan sore. Bahkan, Sabtu atau Minggu bisa melayani pasien, dan di luar jam kerja resmi dengan membuat janjian terlebih dahulu. 

Layanan yang bisa diberikan adalah penambalan gigi, menggunakan bahan khusus, pencabutan, pembersihan karang gigi, penambalan gigi, perawatan saluran akar gigi, untuk menunda pencabutan.

Selain itu, Klinik drg Distya bisa melayani pasang beghel dan teknik selfligathing bracket. Untuk jenis gigi palsu misalnya, yang menggunakan bahan akrilik, lepasan, maupun permanen. Seperti, gigi palsu dengan lepasan vaplast, yang kuat lekatannya tapi lentur.

Sebelum membuka praktik klinik sendiri, drg Distya Ramadani berpelangaman menangani pasien gigi di sebuah puskesmas di Tanjung Balai Kepulauan Riau sejak April 2010. Klinik Dokter Gigi Distya memiliki Surat Ijin Praktik dari Dinkes Kabupaten Malang sejak 2013 lalu. (min/bua/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : irawan
Penulis : amn
Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU