Dukung SMK Empat Tahun, Poltekom Gelar Workshop

  • 04-11-2019 / 07:37 WIB
  • Kategori:Advertorial
Dukung SMK Empat Tahun, Poltekom Gelar Workshop Direktur Poltekom Dr. Isnandar, M.T.,

Malangpostonline.com - Program SMK empat tahun memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan SMK tiga tahun. Program SMK 4 tahun selain menguatkan pendidikan di SMK, juga mampu memperdalam keterampilan siswa dalam mempersiapkan lulusan memasuki dunia usaha dan dunia industri.

Maka dari itu, dalam rangka mengembangkan mutu pendidikan generasi bangsa bidang vokasi, Politeknik Kota Malang (Poltekom),  Senin (4/11) hari ini, akan menyelenggarakan 'Workshop Penyelarasan SMK 4 tahun dengan Industri, Politeknik dan Asosiasi Profesi (Seamless)'.

Dalam acara yang akan digelar di Taman Indie Resto tersebut, rencananya akan dibuka langsung oleh Pejabat dari Direktorat PSMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Digelarnya workshop tersebut, menjadi satu langkah Poltekom dalam mendukung program revitalisasi SMK oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu lulusan.

TEKUN: Program Revitalisasi politeknik menjadikan mahasiswa semakin kompeten di bidang keahliannya

 

Direktur Poltekom Dr. Isnandar, M.T., mengatakan, Program SMK 4 tahun merupakan tantangan bagi SMK. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional memberikan pilihan kepada SMK untuk mengembangkan kompetensi keahlian melalui program 4 tahun. Tahun 2016 lalu hanya ada 12 SMK dari 14.000 SMK seluruh Indonesia.  Sejak tahun 2017 dibuka menjadi 226 SMK dengan kompetensi keahlian yang variatif. “Itu artinya industri membutuhkan kompetensi yang tidak cukup hanya tiga tahun, tetapi empat tahun dengan level yang lebih tinggi” katanya.

Isnandar mengungkapkan, di Poltekom sendiri ada beberapa bidang kompetensi keahlian yang linier dengan program keahlian yang ada di SMK empat tahun. Antara lain program keahlian mekatronika, otomasi industri, sistem jaringan dan informasi serta pariwisata. “Itulah yang menjadi alasan kenapa workshop ini dilaksanakan bersama Politeknik Kota Malang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program SMK empat tahun dilaksanakan, ada beberapa hal yang harus disiapkan lebih dulu. Diantaranya sarana prasarana pendidikan, sumber daya manusia, dan sinergi dengan dunia usaha dan dunia industry. Harapannya, ketika memasuki tahun keempat lulusan SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi matching dengan politeknik. “Oleh karena itu, kurikulumnya harus disepakati dengan industri dan politeknik,” imbuhnya.

Sebab kata dia, lulusan SMK memiliki kompetensi yang mengarah pada tiga tujuan. Pertama, agar lulusan SMK lebih kuat bekerja di industri. Oleh karena itu perlu penyelarasan kurikulum, dengan model pembelajaran yang ada di sekolah dan di industri. “Ini yang kita sebut dengan dual system, bagaimana pembelajaran di sekolah dan industri menjadi selaras dan saling menguatkan,” ujarnya.  

Kedua, lanjut Isnandar, siswa SMK bisa bekerja sebagai entrepreneur dengan menjalankan wirausaha. Dan ketiga, untuk memperispakan siswa SMK dengan kompetensi lebih lanjut ke politeknik. “Maka disarankan agar siswa SMK yang telah digebleng selama empat tahun, melanjutkan studinya ke politeknik bukan universitas. Supaya SDM yang disiapkan benar-benar efektif,” tuturnya.

Dari tiga tujuan tersebut tentunya memiliki porsi yang berbeda. Konsep pembelajaran dual system yang mengarah pada peningkatan kompetensi keahlian tentunya memiliki porsi yang lebih besar hingga 80 persen. Sisanya bisa untuk penguatan entrepreneur dan lainnya.

Isnandar juga mengatakan, revitalisasi tidak hanya untuk SMK. Tetapi juga dilakukan untuk Politeknik. Revitalisasi politeknik dilakukan dengan cara penguatan kerjasama yang kuat dengan industri, mengembangkan teaching factory serta mengembangkan pembelajaran dual system. “Yang digarap tidak hanya SMK, tapi juga tingkat politeknik, sehingga SDM yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan tracknya,” pungkasnya. (imm/adv/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : slatem
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU