Program Pengembangan Desa Mitra UMM

Karangrejo Menuju Desa Wisata Jamu dan Pangan Kreatif

  • 04-11-2019 / 23:23 WIB
  • Kategori:Advertorial
Karangrejo Menuju Desa Wisata Jamu dan Pangan Kreatif

Malangpostonline.com – Karangrejo merupakan salah satu desa di Malang Selatan. Tepatnya di Kecamatan Kromengan, merupakan desa yang dikenal luas sebagai desa penghasil jamu gendong. Sudah sekitar 25 tahun lebih, Desa Karangrejo dikenal sebagai sentra jamu tradisional.

Hingga saat ini, tercatat ada 150 pengrajin sekaligus pedagang jamu gendong di Desa Karangrejo. Sayangnya, setelah lebih dari 25 tahun, proses produksi jamu, pengemasan, hingga pemasaran masih menggunakan cara-cara konvensional.

Akibatnya, skala produksi dan variasi jamu tidak berkembang. Hal ini tentu menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, modernisasi produksi hingga cara-cara pemasaran menjadi keniscayaan jika tidak ingin tenggelam dilindas kemajuan zaman.

Hal ini juga menjadi perhatian tim Pengabdi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memandang perlu dilakukan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan jamu tradisional sejak proses produksi hingga pemasaran.

Bukan itu saja, tim Pengabdi  Universitas Muhammadiyah Malang juga melihat perlu dipersiapkan grand desain terkait infrastruktur, fasilitas hingga peningkatan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia untuk mengembangkan potensi jamu tersebut.

Maka, tim Pengabdi Universitas Muhammadiyah Malang didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengadakan Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan untuk menjadi “Desa Wisata Jamu dan Pangan Kreatif”.

“Program Desa Jamu dan Pangan Kreatif ini meliputi mempersiapkan infrastruktur bisnis desa, pelatihan modernisasi produksi, pengemasan dan pemasaran jamu, serta pengembangan olahan pangan lain berbasis bahan baku lokal yang ada di Desa Karangrejo. Selain itu, program ini juga mengcover persiapan Desa Karangrejo menjadi Desa Wisata,” ungkap  Dra Thathit Manon Andini M. Hum, Ketua Tim Pelaksana sekaligus Dosen  Universitas Muhammadiyah Malang.

Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi: pemetaan potensi desa, inisiasi dan pendampingan pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), pelatihan tentang modernisasi produksi hingga pemasaran jamu serta pendampingan pengembangan Karangrejo menjadi desa wisata.

Tim Pengabdi Universitas Muhammadiyah Malang juga mengajak perangkat desa, warga, dan pihak-pihak terkait di Desa Karangrejo melakukan study banding ke Pujon Kidul, salah satu desa wisata yang dianggap berhasil mengembangkan potensi desanya.  

Dalam perkembangannya, Universitas Muhammadiyah Malang juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang sebagai salah satu stakeholder dalam pengembangan desa wisata Karangrejo.

“Harapan kami, Karangrejo tumbuh dan berkembang menjadi salah satu simpul dalam isu ketahanan pangan global. Khususnya, pangan berbahan baku tradisional yang mengedepankan kearifan lokal. Jamu merupakan salah satu wujud kearifan lokal yang harus kita peliharan dan lestarikan agar tidak punah,” pungkas Dra Thathit Manon Andini M.Hum. (*/adv/bua/Malangpostonline.com)

Editor : bua
Uploader : slatem
Penulis : Buari
Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU