Tingkatkan Level Kompetensi Siswa Dengan SMK Empat Tahun

  • 05-11-2019 / 12:30 WIB
  • Kategori:Advertorial
Tingkatkan Level Kompetensi Siswa Dengan SMK Empat Tahun SAMBUTAN : Direktur Poltekom Dr. Isnandar, M.T., memberikan sambutan dalam kegiatan workshop Seamless.

Malangpostonline.com - Dalam rangka mengembangkan mutu pendidikan generasi bangsa bidang vokasi, Politeknik Kota Malang (Poltekom),  Senin (4/11),  menggelar 'Workshop Penyelarasan SMK 4 tahun dengan Industri, Politeknik dan Asosiasi Profesi (Seamless)'. Acara yang akan digelar di Taman Indie Resto tersebut, dihadiri puluhan Kepala SMK dari berbagai daerah di Indonesia. 

Workshop Seamless dibuka oleh Kasi Penilaian Subdit Kurikulum PSMK, Marsudi Utomo. Digelarnya workshop tersebut, menjadi satu langkah Poltekom dalam mendukung program revitalisasi SMK oleh pemerintah dalam meningkatkan mutu lulusan. 

Dalam kesempatan tersebut Marsudi Utomo, mengatakan workshop Seamless dinilai sangat penting sebagai langkah dalam melakukan gebrakan peningkatan mutu SMK. Melalui program tersebut SMK akan berdiskusi dengan pihak industri. "Dengan tujuan diantaranya untuk mengatur strategi dan sistem agar program magang di industri dapat benar benar terstruktur," katanya. 

Sebab kata dia, pengalaman kerja di industri akan melahirkan pengakuan di politeknik sebagai pembebasan mata kuliah atau angka kredit. Artinya dalam hal ini siswa diuntungkan. "Bisa jadi mereka yang lulus SMK tidak harus menempuh tiga tahun untuk lulus D3, tapi dua tahun sudah bisa lulus," ungkapnya.

Selain itu dengan magang terstruktur akan meningkatkan level siswa dari level dua menjadi level tiga. "Melalui program dual system yang diterapkan PSMK kita berharap SMK semakin hebat dan kuat biasa. Dan siswa semakin mudah mendapat pekerjaan sesuai dengan kompetensinya," harapnya. 

Acara workshop terdiri dari beberapa sesi. Materi pertama tentang konsep program Seamless dan regulasi. Sebagai pemateri dalam hal ini, Dr. Gatot Hari Priowirjanto selaku Koordinator 7 SEAMEO Center Indonesia. Dan materi kedua tentang aplikasi program Seamless oleh Direktur Poltekom Dr. Isnandar, M.T. 

Selanjutnya workshop dibentuk dengan sistem kelompok yang dibagi menjadi beberapa komisi. Membicarakan tentang kebijakan strategis serta kurikulum.

Dalam sambutannya Direktur Poltekom Dr. Isnandar, M.T., mengatakan, Workshop Seamless kali ini memiliki beberapa tujuan. Antara lain menyusun draft kurikulum SMK yang disepakati dengan politeknik dan industri. Selain itu juga untuk membicarakan konsep atau teknis dalam  mengupdate kompetensi guru SMK.

"Yang jelas diskusi tentang implementasi kurikulum tidak cukup sampai di workshop ini saja, tetapi ada komunikasi berkelanjutan. Bisa dengan bentuk dosen tamu di SMK atau SMK yang menggunakan lab Poltekom," katanya.

Ia juga mengatakan program SMK 4 tahun merupakan tantangan. Selain menguatkan pendidikan di SMK, juga mampu memperdalam keterampilan siswa dalam mempersiapkan lulusan memasuki dunia usaha dan dunia industri.

Sejak tahun 2017 telah dibuka 226 SMK empat tahun tahun dengan kompetensi keahlian yang variatif. Isnandar mengungkapkan, di Poltekom sendiri ada beberapa bidang kompetensi keahlian yang linier dengan program keahlian yang ada di SMK. 

Antara lain program keahlian mekatronika, otomasi industri, sistem jaringan dan informasi serta pariwisata. “Itulah yang menjadi alasan kenapa workshop ini dilaksanakan bersama Politeknik Kota Malang,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, sebelum program SMK empat tahun dilaksanakan, ada beberapa hal yang harus disiapkan lebih dulu. Diantaranya sarana prasarana pendidikan, sumber daya manusia, dan sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri. "Harapannya, ketika memasuki tahun keempat lulusan SMK yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi matching dengan politeknik," ucap Isnandar. 

Sebab, kata dia, lulusan SMK memiliki kompetensi yang mengarah pada tiga tujuan. Pertama, agar lulusan SMK lebih kuat bekerja di industri. Oleh karena itu perlu penyelarasan kurikulum, dengan model pembelajaran yang ada di sekolah dan di industri. “Ini yang kita sebut dengan dual system, bagaimana pembelajaran di sekolah dan industri menjadi selaras dan saling menguatkan,” ujarnya.   

Kedua, lanjut Isnandar, siswa SMK bisa bekerja sebagai entrepreneur dengan menjalankan wirausaha. Dan ketiga, untuk mempersiapkan siswa SMK dengan kompetensi lebih lanjut ke politeknik. “Maka disarankan agar siswa SMK yang telah digembleng selama empat tahun, melanjutkan studinya ke politeknik bukan universitas. Supaya SDM yang disiapkan benar-benar efektif,” tuturnya. (imm/Malangpostonline.com)

Editor : imm
Uploader : irawan
Penulis : Imam W.
Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU